logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 RAGAM
Line

TASAWUF INTERAKTIF

Tawasul dengan Orang Meninggal

T: Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan:

1. Bagaimana hubungan antara orang yang masih hidup dengan orang yang sudah meninggal, dan sebaliknya?

2. Apakah tawasul itu? Dan apakah ada dasarnya (Alquran dan hadis)?

Anonim

J: Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, sebab saya baru bisa menjawab pertanyaan tersebut sekarang. Hal ini lebih disebabkan surat yang masuk pada saya jumlahnya sangat banyak sekali, sementara frekuensi terbitnya sangat terbatas.

Tawasul berasal dari bahasa Arab: wasala yasilu-wasilatan yang berarti jalan. Wasilah biasa dimaknai sebagai jalan untuk dapat mendekatkan diri kepada Tuhan. Atau dengan kata lain, mengerjakan sesuatu amal kebaikan yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dalil (alasan) yang biasa digunakan untuk menunjukkan kebolehan bertawasul adalah firman Allah, yang atinya: ''Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (al-wasilah), dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan''. (QS.al-Maidah/5:35).

Berdoa dengan tawasul ini juga didasarkan pada hadis Nabi saw, sebagai berikut: ''Adalah Saidina Umar bin Khaththab ra., apabila terjadi kemarau beliau berdoa bertawasul dengan Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi). Umar bin Khaththab berdoa: ''Ya Allah! Bahwasanya kami pernah berdoa dengan bertawasul kepada Engkau dengan Nabi, maka Engkau turunkan hujan, dan sekarang kami bertawasul dengan paman Nabi kami, maka Ya Allah turunkanlah hujan! Anas berkata: Maka turunlah hujan kepada kami'' (HR. Bukhari dari Anas bin Malik).

Berdasarkan ayat dan hadis tersebut, maka yang dimaksud dengan berdoa secara bertawasul adalah berdoa kepada Tuhan (bukan kepada yang lain-Nya) dengan memperingatkan sesuatu yang dikasihi Allah. Ulama berbeda pendapat tentang kebolehan berdoa dengan cara bertawasul ini.

Menurut mayoritas ulama ahlu sunnah wal jama'ah, berdoa dengan cara yang demikian diperbolehkan, bahkan dinilai sebagai suatu kebaikan dan memiliki nilai pahala. Dasar yang dipakai oleh ulama ahlu sunnah adalah ayat dan hadis yang telah disebutkan itu.

Wasilah tak ubahnya meminta pertolongan kepada seseorang yang dekat dengan pimpinan. Berdoa kepada Tuhan juga dapat dilakukan dengan jalan bertawasul, baik dengan orang yang masih hidup atau pun yang sudah meninggal.

Contoh berdoa dengan bertawasul itu sebagai berikut: Kita datang kepada seorang ulama yang kita anggap mulia dan dikasihi Tuhan, lalu kita katakan kepada beliau: ''Saya akan mendoa memohon sesuatu kepada Tuhan, tetapi saya harap Tuan guru juga berdoa kepada Allah bersama saya, supaya permintaan saya ini dikabulkan-Nya''. Lalu keduanya berdoa bersama-sama. Ini cara bertawasul dengan orang yang masih hidup.

Sedangkan jika bertawasul dengan orang yang sudah meninggal caranya sebagai berikut: Kita berziarah ke suatu makam seorang ulama besar, lalu kita mendoa kepada Tuhan begini: ''Ya Allah Ya Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang, saya mohon ampunan dan keridhaan-Mu, atas kemuliaan Nabi dan kekasih-MU. Kabulkanlah permohonan saya, Ya Allah yang Rahman dan Rahim''.

Atau kita bertawasul atas nama amal baik yang pernah kita lakukan, seperti berikut ini: Ya Allah, saya telah mengerjakan amalan yang baik, yakni saya tetap hormat kepada kedua orang tuaku, tidak pernah saya durhaka kepadanya, dan Engkau pun tahu hal ini ya Allah. Kalau amal itu Engkau terima, maka kabulkanlah permohonan saya ini. Yang demikian ini juga berdoa dengan cara bertawasul.

Perlu digarisbawahi bahwa, doa dengan cara bertawasul sebagaimana dicontohkan tersebut, menurut ulama ahlu sunnah wal jama'ah, sangat jauh berbeda dengan cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang kafir yang menyembah berhala, seperti yang dikatakan oleh Ibn Taimiyyah.

Orang Islam yang berdoa dengan cara seperti tersebut pada dasarnya tidak meminta kepada Nabi, wali, atau pun ulama, tetapi semata-mata hanya kepada Allah SWT. Wa Allah A 'alam.(35)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA