| Senin, 26 Juli 2004 | RAGAM |
Antisipasi Penyebaran Virus dari InternetJARINGAN Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan semakin banyak komputer di dunia ini. Munculnya World Wide Web (WWW), semakin banyak orang tertarik tentang Internet, sementara semakin banyak komputer dilengkapi dengan modem atau network card sehingga bisa terhubung langsung. Sayangnya, seringkali risiko dari perkembangan ini tidak terpikirkan. Semakin banyak komputer yang berhubungan lewat sebuah jaringan, semakin mudah pula bagi virus untuk melakukan penyebaran. Internet membuka banyak kesempatan untuk pengguna komputer, mulai dari educational resources, free software, sampai dengan electronic commerce yang semakin populer. Namun begitu pula virus dapat melakukan penyebaran ke berbagai komputer melalui berbagai media, antara lain disket, media storage R/W, software bajakan, attachment pada email dll. Sebagai pengguna Internet harus tahu cara penyebaran virus dalam jaringan tersebut dan langkah-langkah preventif yang harus diambil sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Langkah-langkah tersebut penting, khususnya untuk administrator sistem komputer atau jaringan lokal/global dan pengguna biasa yang mau memahami tentang masalah keamanan komputer dari virus di Internet lebih lanjut. Ubah Konfigurasi Pertama kali istilah ''virus'' komputer digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses). Virus adalah istilah untuk kode jahat yang masuk komputer sebagai rangkaian sebuah file. Jika file ini diakses oleh pengguna, virus menjadi aktif, dan mungkin mengubah konfigurasi komputer. Kemudian virus itu menduplikasikan diri dan menginfeksi file lain, maksudnya virus merangkaikan copy diri sendiri ke file lain. Umumnya ada tiga sumber bagaimana sebuah virus bisa masuk ke dalam komputer. Pada generasi virus pertama, biasanya virus masuk dengan file terinfeksi dalam disket yang dicopy ke dalam komputer. Ada juga yang berasal dari software bajakan yang disisipi dengan virus. Pada generasi kedua, ada virus khusus untuk file dari program-program Microsoft Office (khususnya Microsoft Word). Virus itu memakai kemampuan program-program Microsoft Office untuk masuk ke program kecil (namanya macros) dokumen dalam menduplikasi dan aktivitasnya. Generasi virus terakhir seringkali memakai attachment sebuah e-mail untuk masuk ke komputer. Program Outlook, mail reader utama dari Microsoft, punya beberapa kelemahan untuk menunjukkan dengan jelas kepada pengguna apakah sebuah attachment itu program atau bukan. Kelemahan itu seringkali dipakai dengan meng-attach sebuah virus yang ditulis dalam bahasa pemrograman Visual Basic. Maka bila pengguna tidak sadar bahwa attachment sebenarnya menyimpan program virus, secara tidak sadar pula telah memanggilnya, dan virus menjadi aktif. Pada perkembangan terakhir ada virus yang lebih canggih. Yakni ia tidak berada pad attachment namun berada pada mail reader Outlook. Virus-virus berbahaya yang saat ini paling sering muncul berikut tanggal kemunculan pertama, adalah: 1 Code Red II (4/08/01) 2. W32.Sircam.Worm@mm (17/07/01) 3. W32.Badtrans.13312@mm (11/04/01) 4. W32.Magistr.24876@mm (31/03/01) 5. W32.HLLW.Bymer (9/10/00) 6. W95.Hybris.Gen (25/09/00) 7. W95.MTX (17/08/00) 8. Wscript.KakWorm (27/12/99) Untuk mendapatkan informasi lengkap tentang virus-virus tersebut bisa mengakses di http://www.symantec.com/avcenter/vinfodb.html. Ada beberapa virus yang jahat sekali dan bisa merusak instalasi sistem operasi sehingga semua data dalam komputer hilang. Seperti virus ''Chernobyl'' yang pertama kali muncul pada bulan Juni 1998, dan virus ''I love you'' (muncul 5 Mei 2000). ''Chernobyl'' merusak file administratif hard disk sehingga semua data di hard disk itu hilang dan sistem operasi harus diinstall kembali. Virus ini bahkan bisa merusak hardware komputer. ''I love you'' punya efek yang sama seriusnya. Semua file dengan ekstensi tertentu (doc, html, dll) dan file citra akan terhapuskan. Selain itu virus tersebut mencoba mengirim informasi password kepada komputer tertentu di Internet. Setelah virus ''I love you'' muncul ada beberapa varian yang sedikit bermutasi dari kode asli. Efek samping dari varian tersebut juga bisa sedikit berbeda. Penanggulangan Virus Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus. Diantaranya : 1. Pencegahan. a. Gunakan antivirus yang dipercayai dengan update terbaru. Tidak perduli apapun merknya asalkan selalu diupdate, dan auto-protect dinyalakan maka komputer terlindungi. b. Selalu scanning semua media penyimpanan eksternal yang akan digunakan. Mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika auto-protect antivirus tersebut bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan. c. Jika terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan antivirusnya dengan Firewall, Anti-spamming, dsb. d. Selalu waspada terhadap fle-file yang mencurigakan, contoh file dengan dua buah exstension atau file executable yang terlihat mencurigakan. e. Untuk software freeware/shareware, ada baiknya jika mengambil dari situs resminya. f. Semampunya hindari membeli barang bajakan, gunakan software-software open source. 2. Apabila Telah Terinfeksi. a. Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut. Apakah di disket, jaringan, e-mail dsb. Jika terhubung ke jaringan maka ada baiknya isolasi dulu komputernya. Baik dengan melepas kabel atau mendisable sambungan Internet dari control panel. b. Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang komputer, dengan cara: 1. Gejala yang timbul, seperti adanya pesan, file yang corrupt atau hilang dsb. 2. Scan dengan antivirusnya. Jika terkena saat auto-protect berjalan berarti virus definition di dalam komputer, tidak memiliki data virusnya. Cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya lalu install. Jika virus tersebut memblok ketika mengupdate, maka upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus yang memiliki update terbaru. 3. Bersihkan virus tersebut. Setelah berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs-situs yang memberikan informasi perkembangan virus tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila antivirus dengan update terbaru tersebut tidak berhasil memusnahkannya. 4. Langkah terburuk. Jika ketiga langkah tersebut tidak berhasil maka komputer harus diformat ulang. Dengan mengetahui cara-cara penyebaran yang dilakukan virus dalam suatu jaringan Internet maka sebagai pengguna, harus berhati-hati didalam pengoperasiannya. Misalnya selalu mengupdate antivirus yang ada dan menyalakan auto protect pada komputer yang digunakan.(Dian Tri Setyawati, S.Kom/Universitas AKI Semarang-35) |