logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 WACANA
Line

TAJUK RENCANA

Mengoptimalkan Peranan Jateng Expo

-- Jateng Expo, kegiatan tahunan yang dikaitkan dengan HUT Provinsi Jateng kembali digelar mulai 16 Juli hingga 15 Agustus. Sebagaimana biasa pameran yang dipadukan dengan hiburan yang dahulu sebelum 1992 populer dengan label Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) itu diselenggarakan di kompleks PRPP Tawang Mas Semarang. Bila dahulu masyarakat lebih mengenal ajang tersebut lebih pada hiburannya, maka sejak berubah nama menjadi Jateng Expo ada upaya meningkatkan kualitas pelaksanaannya. Misalnya PT PRPP selaku penyelenggara menunjukkan keinginan menggarap kegiatan tersebut lebih profesional sehingga dampak serta manfaatnya bertambah besar pula, terutama dilihat dari segi ekonomi. Kita harus memberikan apresiasi khusus atas upaya penyelenggara itu.

-- Tahun ini Jateng Expo diikuti oleh 70 stan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, 122 stan usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi, 78 stan industri dan perdagangan, serta 122 pedagang kaki lima. Melihat komposisi di atas tampak pelaku usaha kecil mendominasi kepesertaan. Mereka kelihatan sengaja diberi peluang lebih besar untuk memanfaatkan ajang tersebut. Selain jumlah unitnya yang tersebar di wilayah provinsi sangat banyak, semua mengakui peran usaha kecil dalam menggerakkan roda perekonomian, terutama di daerah-daerah. Kita sudah sering mendengar pernyataan yang menyebutkan usaha kecil tersebut lebih mampu bertahan dibandingkan dengan usaha-usaha besar ketika krisis ekonomi berlangsung beberapa tahun lalu.

-- Ketika membuka kegiatan itu, Gubernur H Mardiyanto mengharapkan wahana tersebut agar dimanfaatkan untuk memacu perkembangan ekonomi daerah baik dalam lingkup Jateng maupun kabupaten-kabupaten dan kota-kota di provinsi ini. Melalui Jateng Expo, usaha berskala menengah dan kecil bisa mempromosikan produk-produknya kepada calon konsumen. Sebab, keunggulan suatu poduk tidak ada maknanya jika tidak diperkenalkan atau dipromosikan kepada khalayak. Dari promosi itu, masyarakat luas mengetahui kelebihan dan kualitas sehingga kemudian memengaruhi keputusan untuk membeli atau tidak. Promosi dan pemasaran memang dua hal yang saling terkait dan sangat penting dalam mendukung kesuksesan suatu produk di pasaran.

-- Dari pameran tersebut para pelaku usaha kecil juga membuka peluang menjalin kemitraan dengan investor, institusi, atau industri besar dalam hal modal, perluasan jaringan pemasaran, serta bentuk-bentuk kerja sama lainnya. Bila itu dapat terealisasi maka akan terjadi peningkatan kualitas, produktivitas, dan nilai tambah. Dampaknya akan langsung terasa di lingkungan sekitar usaha kecil tersebut berada baik berupa penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan unit-unit usaha pendukung maupun pergerakan roda perekonomian daerah pada umumnya. Apalagi jika pemerintah kabupaten/kota juga mampu memanfaatkan secara optimal Jateng Expo untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulan daerahnya kepada para calon investor yang diharapkan berdatangan mencari peluang.

-- Sehubungan dengan itu, wahana semacam Jateng Expo harus dimaksimalkan peranannya. Tidak hanya menekankan pada aspek pameran dan hiburan, tetapi betapa sangat strategis jika diisi pula dengan kegiatan dialog, forum, atau temu bisnis yang mempertemukan para pengusaha dengan calon-calon investor. Dari situ diharapkan berbagai jenis usaha atau industri di daerah-daerah mampu berkembang baik dan maju sehingga rembesan atau dampak ikutannya juga dirasakan oleh daerah bersangkutan. Jika perekonomian suatu daerah berkembang baik, aspek-aspek lainnya seperti kualitas sumber daya manusia (SDM) dan fisik akan ikut berkembang pula. Karena itu, tepat sekali permintaan Gubernur agar penyelenggaraan Jateng Expo diusahakan selalu inovatif.

-- Waktu sebulan memang terlalu singkat untuk mewujudkan tujuan-tujuan pelaksanaan Jateng Expo agar memiliki dampak yang lebih luas, barangkali perlu dipikirkan untuk mengundang peserta-peserta tamu dari provinsi lain. Bahkan, akan sangat baik apabila panitia penyelenggara juga mengundang institusi atau perorangan yang berpotensi menjadi investor atau mitra kerja sama bagi para pelaku usaha di Jateng, khususnya skala menengah dan kecil. Kedua pihak perlu dipertemukan dalam suatu forum untuk membicarakan berbagai kemungkinan membentuk jalinan kerja sama saling menguntungkan. Upaya tersebut memang tidak semudah membalik telapak tangan sehingga membutuhkan keseriusan, tekad kuat, bahkan yang tak bisa dihindari adalah dana yang relatif besar.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA