logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 NASIONAL
Line

Cuaca Buruk Penyebab Dua Kapal Bertabrakan

SURABAYA- Cuaca yang buruk akhir-akhir ini, yang ditandai angin kencang dan ombak besar, menjadi penyebab tabrakan dua kapal kargo di kawasan alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (24/7).

Dua kapal kargo, Nantai-1 dan Era 2000, bertabrakan di alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (24/7) pukul 11.00. Akibatnya, Nantai-1 terbalik. Padahal, kapal dengan 14 ABK itu sedang mengangkut 1.200 ton pulp (bahan baku untuk kertas) dari Pekanbaru, Riau.

Untunglah kejadian itu tak mengakibatkan korban tewas. Setelah tabrakan, Nantai-1 terbawa arus ke arah Pulau Madura. Sedangkan Era 2000 lego jangkar.

"Berdasarkan kesimpulan sementara, tabrakan dua kapal kargo itu akibat cuaca yang tak bersahabat,î kata Kepala Bidang Kelautan Kapal Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Tanjung Perak Surabaya Arifin Sunarjo kepada wartawan, di Surabaya, kemarin.

Arifin menambahkan, untuk mengetahui secara pasti penyebab tabrakan dua kapal itu, pihaknya akan memintai keterangan beberapa orang lagi, termasuk kapten kedua kapal tersebut. Selain itu, posisi kapal Nantai-1 yang terbalik untuk sementara dibiarkan di posisinya, dekat Pulau Madura.

Memudahkan Penyidikan

Tujuannya, memudahkan penyidikan dan tak mengganggu alur pelayaran kapal lain di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Yang penting, menurut Kepala Adpel Tanjung Perak Zulfarmi Syawal, pemilik kapal memasang tanda-tanda navigasi di bangkai kapal, mengirimkan telegram kepada instansi terkait mengenai posisi kapal, dan melokalisasi kapal berikut barang-barang yang diangkutnya, agar tak mencemari lingkungan laut.

"Sebab, pulp mungkin saja mencemari laut di sekitar Pulau Madura. Makanya, kami minta pihak pelayaran untuk mempersiapkan alat yang bisa melokalisasi kemungkinan pencemaran,"" katanya.

Selain Adpel Pelabuhan Tanjung Perak, pihak Kepolisian Pengamanan Pelabuhan dan Pantai (KP3) Tanjung Perak Surabaya juga menyidik kejadian itu. Hingga kemarin, tujuh saksi sudah dimintai keterangan. Termasuk dua kapten kapal, yakni Kapten Kapal Nantai-1, Basri, dan Kapten Kapal Era 2000, Saleh. Menurut Kapolres KP3 Tanjung Perak, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fiandar, kedua belah pihak bersikeras pada prinsipnya dan tak merasa bersalah. Makanya, KP3 Tanjung Perak belum berani menyimpulkan musibah tabrakan kapal kargo tersebut akibat faktor cuaca yang tak bersahabat atau kelalaian kapten atau ABK kapal. (G14-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA