logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 NASIONAL
Line

KA dengan 28 Gerbong Terguling

  • Jalur Selatan Lumpuh Total

SM/Komper Wardopo

KEBUMEN- Sebuah kereta api (KA) barang nomor 2354 yang membawa 28 rangkaian gerbong berisi semen Nusantara dari Stasiun Karangtalun, Cilacap menuju ke Semarang, Minggu sore kemarin pukul 16.50 terguling di Kebulusan, Pejagoan, Kebumen. Empat buah gerbong terguling dan bergelimpangan, hanya beberapa meter dari timur perlintasan Kebulusan. Enam belas gerbong lainnya bisa ditarik ke Stasiun Sokka dan sisanya masih di atas rel.

Yang aneh, rangkaian gerbong yang terguling itu bukan pada bagian paling depan melainkan mulai nomor 17,18,18, dan 20 atau di tengah. Sementara itu, 16 gerbong bisa ditarik ke Stasiun Sokka. Namun, delapan gerbong di belakang yang terguling masih berada di atas rel.

Kondisi seperti itu justru memacetkan jalan raya jalur selatan Jateng ruas Kebulusan-Kebumen. Pasalnya, dari delapan gerbong itu sebagian persis berhenti di perlintasan KA yang termasuk jalur padat sehingga menutup jalan dari dua arah.

Aparat Saltantas Polres Kebumen segera mengalihkan semua kendaraan ke jalan lingkar selatan Kebulusan-Kedungbener. Sementara itu, ratusan warga ikut membantu mendorong beberapa gerbong agar tidak menutup jalan raya.

Bergoyang-goyang

Petugas perlintasan Kebulusan, Junirman (45), menuturkan, saat itu kondisi KA barang yang sarat dengan muatan semen melaju dari barat dengan kecepatan sedang. Berarti, lanjut dia, masinis sudah mengurangi kecepatan. Namun yang aneh, dari barat bagian tengah gerbong sudah bergoyang-goyang ke kiri dan ke kanan seperti melompat-lompat mau lepas.

''Tak tahunya selepas perlintasan memang empat gerbong itu terguling. Saya tidak tahu apa penyebabnya,'' ujar penjaga perlintasan berbadan kekar itu dengan tenang.

Setahu dia, biasanya KA barang itu memang tidak membawa rangkaian gerbong hingga 28 buah seperti petang itu. KA barang tersebut akan mengirim semen ke Semarang melewati Kebumen-Yogyakarta-Solo lalu ke Semarang lewat Purwodadi. Namun baru akan memasuki Kebumen, sebagian gerbongnya sudah bergelimpangan.

Menurut penuturan petugas Stasiun Kebumen Eko Sriyono, KA barang yang dimasinisi Subekti, warga Jalan Ampera Kebumen, itu terguling pada posisi Sruweng-Sokka KM 446+25. Namun, tidak ada korban jiwa.

Pihaknya segera melaporkan peristiwa tersebut ke dinas terkait di Stasiun Kutoarjo dan Kroya baik bagian traksi maupun kerusakan rel KA. Bahkan semalam, KA penolong MR sudah didatangkan ke Kebulusan.

Akibat kecelakaan itu, beberapa KA jalur selatan sejak sore sudah mulai berhenti di sejumlah stasiun di Kebumen. Misalnya KA Logawa dari Jember tujuan Cilacap sejak pukul 17.00 berhenti di Sasiun Kebumen, kemudian KA Kutojaya jurusan Kutoarjo-Tanah Abang.

Adapun KA Praga Ekonomi jurusan Lempuyangan-Pasar Senen tertahan di Stasiun Kutowinangun. Dari barat, KA barang sejenis nomor 2394 juga tertahan di Stasiun Karanganyar.

Eko belum bisa memastikan, kapan jalur KA selatan yang lumpuh total bisa pulih. Adapun penyebab anjlok empat gerbong itu baru bisa diketahui setelah tim investigasi PT Kereta Api tiba di lokasi. ''Saat ini (semalam-Red), tim sedang menuju lokasi."

Kapolsek Pejagoan Iptu Heru Supriyantop dan Kasatintelpam Polres Kebumen AKP Edi Subroto SH mengaku belum mengetahui penyebab kereta itu hingga terguling. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Daop/V Purwokerto.

Untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas jalur selatan Jateng, sejak petang kemarin semua jalur kendaran dialihkan lewat simpang Pejagoan terus jalur lingkar selatan sampai Kedungbener atau tidak lewat dalam kota.

Berdasarkan catatan beberapa tahun lalu, kejadian serupa pernah menimpa KA penumpang di barat Stasiun Sokka. Sejumlah gerbong terguling dan beberapa penumpang mengalami luka-luka.

Kondisi antara Stasiun Sokka dan perlintasan Kebulusan itu memang menikung. Banyak warga menduga, penyebab KA barang yang memuat semen dengan 28 rangkaian gerbong itu terguling adalah karena kelebihan muatan.

''Melihat lokasi kejadiannya, perbaikan rel tidak makan waktu terlalu lama. Diperkirakan antara 5 - 6 jam, perbaikan sudah selesai dan kereta bisa lewat,'' jelas Kepala Humas Daop V Supriadi.

Untuk memperbaiki rel yang rusak itu, Daop V mengerahkan tidak kurang 50 tenaga yang berasal dari Dipo Purwokerto, Kroya dan Kutoarjo. ''Gerobak penolong dari tiga dipo itu diberangkatkan ke lokasi kejadian,'' imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan pukul 23.30 WIB upaya perbaikan masih belum selesai. (B3,G23-33j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA