| Senin, 26 Juli 2004 | MURIA |
Pisang Berbuah Aneh Perlu DitelitiJEPARA-Areal kebun pisang yang ada di belakang rumah Muthofi'i Hidayat (62), warga Dukuh Randusari RT 03/ RW I, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Jepara, sekilas tak terlihat aneh. Tapi jika diteliti dengan seksama, ada satu pohon pisang ambon -yang tumbuh berimpitan dengan empat pohon pisang ambon lainnya- berbuah aneh. Secara wajar, satu pohon pisang jika berbuah terdiri atas satu tundhun yang berisi beberapa sisir; dan umumnya sebelum jadi buah, tumbuh satu jantung atau tuntut (bunga-Red) di sela-sela pelepah daunnya. Namun pohon pisang milik pensiunan pegawai rumah tahanan (rutan) Jepara itu masuk kategori yang tidak wajar. Sebab, satu batang pohon pisang ambon yang berbuah sekitar dua bulan lalu itu, memiliki empat tundhun, dan setiap tundhun-nya berisi 4-5 sisir, serta memiliki empat jantung sekaligus. Muthofi'i tidak tahu persis, apakah pada saat berbunga keluar empat jantung sekaligus atau hanya satu. Yang jelas, ia baru tahu setelah pohon itu berbuah dengan keanehan jumlah tundhun dan jantung pisangnya. Kabar keanehan buah pisang itu, menurutnya lantas mengundang kedatangan beberapa warga sekitar yang merasa penasaran ingin melihat. Maklum, areal kebun pisang itu termasuk ramai, karena letaknya berdekatan dengan lapangan bola voli. Bahkan, beberapa pekerja dari luar kota seperti Demak yang bekerja sebagai tukang kayu menyempatkan diri untuk melihat pohon pisang aneh tersebut. Beberapa bulan lalu, pohon pisang yang ada di samping rumah Muthofi'i Hidayat juga berbuah aneh. Ada satu pohon yang saat berbuah terdiri dari tiga tundhun, berisi beberapa sisir, serta memiliki tiga jantung.Bahkan ada yang satu pohon terdiri dari lima tundhun; setiap tundhun-nya berisi beberapa sisir dan berjantung lima. Tapi kedua pohon itu sudah ditebang. Kelapa dan Durian Sekitar dua tahun lalu pun, menurut Muthofi'i, ada pohon kelapa yang buahnya juga aneh. Letaknya tak jauh dari pohon pisang itu. Pohon kelapa tersebut, sekali berbuah memiliki warna buah yang berbeda. Ada yang berwarna hijau, ada juga yang berwarna merah. Pohon itu sekarang juga sudah ditebang. ''Saya tidak tahu, kenapa bisa begitu; tapi saya yakin, itu merupakan sunnatullah atau hukum alam yang perlu diteliti,'' katanya. Masih menurut Muthofi'i, pohon durian petruk yang sangat terkenal dengan kualitas buahnya itu, dulu awal mula bibitnya juga dari kebun miliknya, yang tak jauh dari pohon pisang itu. Ceritanya, durian petruk itu ditanam oleh almarhum kakeknya, H Thohir, yang meninggal di Tanah Suci sewaktu menunaikan ibadah haji. Pohon durian petruk itu dianggap unggul, dan kemudian diteliti oleh Departemen Pertanian Jepara. Lantas, pohon durian itu diokulasi dan bibitnya disebar ke seluruh Nusantara. Karena sering dipangkas rantingnya untuk keperluan okulasi, akhirnya pohon itu pun mati sekitar enam tahun lalu. Karena itu pula, ia menyatakan tidak apa-apa jika pohon pisang miliknya yang berbuah aneh itu juga diteliti untuk kepentingan orang banyak dan ilmu pengetahuan. (mds-15a) |