| Senin, 26 Juli 2004 | SEMARANG |
Perampokan di PT SBAPelaku dari Luar KendalKENDAL - Pengungkapan kasus perampokan bersenjata api yang terjadi di PT Sinar Bahari Agung (PT SBA) tampaknya menjadi pekerjaan yang berat bagi jajaran Polres Kendal. Sehari setelah perampokan di pabrik pengolah ikan di Desa Truko Kecamatan Kangkung itu (SM, 24/7) polisi belum menemukan bukti-bukti baru yang bisa mengarah pada pengungkapan para pelaku. Guna mengungkap kasus tersebut, ungkap beberapa sumber di Polres Kendal, Polres telah melakukan koordinasi dengan Polda Jateng. "Dimungkinkan kawanan pelaku berasal dari luar daerah Kendal. Berkait dengan dugaan ini, kami harus berkoordinasi dengan seluruh jajaran polres, terutama di Jateng. Upaya itu dilakukan melalui koordinasi satu pintu, yaitu dengan Polda Jateng," kata sumber itu. Secara terpisah, Kapolres Kendal AKBP Drs H Achmad Syukrani didampingi Kasat Reskrim Iptu Hanny Hidayat mengatakan, pihaknya masih bekerja keras mengungkap kasus tersebut. "Hingga saat ini kami belum mempunyai temuan yang mengarah pada pengungkapan aksi perampokan di PT SBA. Namun, kami tetap berusaha keras agar secepatnya menemukan titik terang kasus itu," jelasnya. Sidik Jari Lebih lanjut Kapolres menyatakan, selain menemukan barang bukti tali kompor putih dan lakban yang digunakan para pelaku untuk mengikat tangan dan kaki serta menutup mata dua penjaga malam di pabrik itu, pihaknya juga sedang mengolah sidik jari yang diperoleh dari tempat kejadian perkara (TKP). "Sidik jari itu dimungkinkan milik pelaku. Bagian Identifikasi Reskrim tengah menganalisisnya." Seperti diberitakan (SM, 24/7), perampokan bersenjata api, Jumat (23/7) sekitar pukul 03.30 terjadi di PT Sinar Bahari Agung di Dukuh/Desa Truko, Kendal. Kawanan perampok yang disinyalir lima orang itu, tiga di antaranya di indikasi menggunakan senjata api jenis revolver. Setelah melumpuhkan dua penjaga malam (satpam) perusahaan pengekspor olahan ikan laut surami itu, perampok berhasil menggondol uang tunai sekitar Rp 10 juta. (G15-84e) |