| Senin, 26 Juli 2004 | SEMARANG |
Rumah Mewah Diobrak-abrik PencuriBANYUMANIK-Sebuah rumah mewah di Perumahan Gombel Permai Gang III, Banyumanik dibobol kawanan pencuri, Sabtu (24/7) petang. Pelaku yang berjumlah sekitar 6-7 orang dan menumpang mobil mengobrak-abrik seisi rumah milik Pri Atmojo (44) dan membawa kabur sejumlah barang berharga, antara lain televisi, DVD player, seperangkat komputer, dan telepon genggam. Menurut keterangan, komplotan pencuri juga menggondol perhiasan dan uang jutaan rupiah. Namun jumlahnya belum dapat dipastikan. Saat peristiwa itu terjadi, rumah dalam keadaan kosong. Lingkungan perumahan itu sepi. Pri yang bekerja di sebuah bank swasta, sedang berada di rumah induk yang terletak di gang sebelah. Istrinya pergi ke Simpanglima. Sementara itu, dua anak mereka yang biasanya menempati rumah itu sedang berada di luar kota. Tak Curiga Menurut seorang saksi, Rochmat (25), pelaku yang berombongan naik mobil Toyota Kijang kapsul warna hijau datang sekitar pukul 16.00 dan parkir di depan rumah. Saat itu, Rochmat sedang duduk-duduk di depan wartel yang berjarak sekitar 15 meter bersama seorang temannya dan Joko (45), pemilik wartel. Rochmat mengaku sama sekali tak curiga, karena dia mengira orang-orang itu teman-teman anak lelaki Pri, yang masih kuliah di sebuah PTS. Anak Pri dan teman-temannya memang kerap berkumpul dan nongkrong di rumah itu. ''Sekitar empat orang masuk ke rumah, yang lainnya menunggu di dalam mobil,'' ujar Rochmat. Tak lama kemudian dia melihat orang-orang itu keluar masuk sambil mengangkuti barang dari dalam rumah ke mobil. Sejauh itu Rochmat masih tak curiga. Apalagi, ketika akan pergi dengan suara keras beberapa ''tamu'' itu mengucapkan kata-kata seperti orang yang hendak pamit pulang. Agaknya, hal itu sengaja dilakukan untuk mengesankan mereka benar-benar bertamu, sekaligus menghindarkan kecurigaan warga. Rochmat baru menyadari orang-orang itu penjahat ketika pembantu Pri, Dina (17) datang untuk membersihkan rumah. Ketika masuk, Dina mendapati seluruh ruangan dalam keadaan acak-acakan. Dia segera memberitahukan kejadian itu ke tetangga dan majikannya. (G3-64) |