logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 SEMARANG
Line

"Ramayana" Tabrak Truk Semen

  • Satu Tewas, 14 Luka-luka

TUGU-Kecelakaan melibatkan dua kendaraan berat terjadi di Jalan Raya Mangkang, tepat di depan pintu gerbang kompleks lokalisasi Gambilangu (GBL), Minggu (25/7) subuh. Akibatnya, seorang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit dan 14 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kedua kendaraan itu, bus PO Ramayana AA-1629-AB jurusan Yogyakarta-Jakarta dikemudikan Sanyoto (43), warga Desa Krajan RT 6 RW 3 Secang, Magelang dan truk bermuatan ratusan sak semen F-9039-FA yang disopiri Ani Hidayat (28), warga Jalan Kusuma Bangsa, Desa Panjang Wetan, Pekalongan.

Bus Ramayana ringsek berat pada bodi depan sisi kanan. Kaca dan lampu pecah berserakan di jalanan. Adapun truk rusak pada bak sisi kiri bagian belakang. Sejumlah sak semen jatuh berserakan di lokasi kejadian. Kedua kendaraan itu kini diamankan di Satlantas Polwiltabes. Sopir bus Ramayana, Sanyoto, tewas dalam perjalanan menuju ke RS Tugurejo, karena mengalami luka parah pada bagian kepala dan tubuhnya.

Hingga kemarin, jenazah lelaki itu masih disemayamkan di kamar mayat RS Dr Kariadi. Empat penumpang bus hingga kini masih menjalani rawat inap di RS Tugurejo, karena menderita luka cukup parah.

Menurut sejumlah saksi, peristiwa itu terjadi ketika bus Ramayana meluncur dari arah barat, sekitar pukul 05.00. Bus yang bertujuan ke Yogyakarta itu berusaha mendahui sebuah mobil tak dikenal yang meluncur searah. Tepat di depan mobil tak dikenal itu, melaju lambat truk F-9039-FA bermuatan semen pada lajur kanan.

Posisi mobil tak dikenal itu hendak mendahului truk dari samping kiri. Secara bersamaan, bus Ramayana juga hendak mendahului mobil itu dari sisi kanan dan langsung banting setir ke kiri untuk menghindari truk semen.

Diduga perhitungan sopir bus kurang matang, maka bus yang melaju cepat itu menyeruduk bak belakang truk. Truk yang melaju lambat terdorong hingga tak terkendali. Tabrakan membuat bodi depan bus ringsek dan sopir tergencet.

Setelah kedua kendaraan berat itu berhenti, posisi bus dan truk masih menempel. Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu berdatangan memberikan pertolongan kepada korban. Kasat Lantas Polwiltabes AKBP Imam Basuki didampingi Kanit Laka AKP Tekun Rudiyanto belum bisa memastikan sebab-sebab kecelakaan. Hingga kemarin, sejumlah saksi yang diperkirakan mengetahui peristiwa itu belum dimintai keterangan. (G5,G3-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA