logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 EKONOMI
Line

Pilsam dan Keuntungan bagi Pasar

CIRI khas seseorang tergolong sebagai kaum perfeksionis adalah setiap keputusannya selalu didasarkan pada upaya pemilihan alternatif terbaik. Paham perfeksionis tidak hanya milik kaum kelompok atas, tetapi juga kelas bawah dan semua lapisan masyarakat.

Ibaratnya, tidak salah jika seorang sopir jarak jauh dengan pengalamannya mengetahui di mana tempat singgah untuk makan enak dan murah. Secara sederhana dia mampu memberikan saran alternatif pilihan: cari tempat makan yang di situ banyak pengunjungnya dan jangan pilih yang sepi pengunjung''.

Pandangan tersebut telah muncul jauh sebelum ada model Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan pemilihan presiden (pilpres) untuk mendapatkan alternatif pilihan terbaik. Pilihan terbaik berdasarkan suara terbanyak, telah menjadi paradigma pada masa kini.

Para investor di bursa efek dalam keputusannya berupaya dapat memperoleh saham yang baik. Pengertian baik mengandung dua makna, yaitu baik secara relatif dan baik secara absolut. Baik secara relatif dalam arti saham itu banyak diminati. Baik dalam arti absolut mengandung makna saham pilihan tersebut memang mempunyai fundamental yang baik.

Ada berbagai jenis saham yang berkriteria baik, terutama dengan melihat pada segi banyak peminat berupa jumlah, nilai, dan frekuensi transaksi. Bursa Efek Jakarta (BEJ) telah berusaha memberikan informasi berupa peringkat jenis saham yang banyak peminatnya atau likuid.

Terhitung sejak 24 Februari 1997 setiap periode 3 bulan diadakan seleksi jenis saham yang masuk dalam 60 besar dari seluruh jenis saham yang terdaftar di BEJ. Secara periodik setiap 6 bulan diadakan seleksi dan dipilih 45 jenis saham yang memenuhi kriteria masuk dalam peringkat dan kemudian diumumkan.

Dalam proses seleksi tersebut ada jenis saham yang tereliminasi dan tempatnya digantikan oleh jenis saham lain. Dengan demikian pada kelompok tersebut jumlah saham yang terpilih akan tetap jumlahnya, yaitu 45. Nama tenar kelompok saham tersebut adalah saham LQ 45.

Masalahnya adalah apakah semua jenis saham yang telah berhasil masuk dalam nominasi kriteria baik tersebut menguntungkan bagi masyarakat bursa. Jawabannya, tentu tidak. Masih banyak faktor lain yang menentukan apakah saham yang baik tersebut menguntungkan.

Ilustrasi berikut dapat memberikan gambaran. Sejak awal 1997 BEJ telah mengadakan seleksi dalam 14 kali putaran pemilihan saham (pilsam). Dari 45 kandidat kali pertama yang masuk peringkat hingga kini ada 12 jenis saham yang selalu lolos dari tes kualifikasi.

Ke-12 jenis saham tersebut adalah Telkom, Indosat, Gudang Garam, Sampoerna, Astra, Semen Gresik, Timah, Ramayana Lestari, Indofood, Kalbe Farma, Matahari, dan Bimantara. Jenis saham tersebut selama ini telah teruji menjadi pilihan investor kategori baik secara relatif.

Menguntungkan

Melalui kinerja pasar 12 jenis saham tersebut dapat dilihat mana jenis saham yang menguntungkan pasar dan mana yang tidak menguntungkan. Sebagai ilustrasi, dari awal tahun sampai 23 Juli 2004 dari 12 jenis saham tersebut ada 7 yang kinerja pasarnya menguntungkan dan 5 yang saat ini belum menguntungkan. Ketujuh jenis saham yang kinerja pasarnya membaik adalah Telkom, Indosat, Gudang Garam, Sampoerna, Astra, Semen Gresik, Timah, dan Ramayana Lestari. Kelima jenis saham kategori baik tetapi kinerja pasarnya menurun, yaitu Indofood, Kalbe Farma, Matahari, Timah, dan Bimantara.

Saham Indosat dan Telkom merupakan saham subsektor telekomunikasi. Kinerja sahamnya di bursa sangat baik. Harga saham Telkom awal tahun 2004 sebesar Rp 7.050 dan 23 Juli lalu Rp 7.S Sedangkan saham Indosat di awal tahun ekuivalen seharga Rp 3.100 dan kini pada Rp 4.275. Saham itu tergolong sebagai pemimpin pasar.

Saham HM Sampoerna dan Gudang Garam tergolong jenis saham yang bergerak di subsektor rokok. Kinerja pasar saham Sampoerna lebih baik dari Gudang Garam. Harga saham Sampoerna awal tahun 2004 sebesar Rp 4.475 dan 23 Juli lalu Rp 5.650. Saham Gudang Garam di awal tahun Rp 13.400 dan kini Rp 13.900. Saham itu juga tergolong sebagai pemimpin pasar.

Subsektor otomotif diwakili oleh saham Astra. Seiring dengan pengembangan produk Avanza dan Xenia dan pengembangan pasar, kinerja saham di bursa sangat baik. Harga sahamnya awal tahun 2004 sebesar Rp 5.100 dan 23 Juli lalu Rp 5.850 atau keuntungan pasar 14,7%.

Saham Semen Gresik dan Timah merupakan saham terbaik yang berasal dari sektor pertambangan. Kinerja pasar saham Semen Gresik lebih baik dari Timah. Harga saham Semen Gresik awal tahun 2004 sebesar Rp 7.850 dan 23 Juli lalu naik menjadi Rp 8.550. Saham Timah di awal tahun ekuivalen seharga Rp 2.925 dan kini turun pada Rp 2.100.

Wakil subsektor perdagangan eceran adalah saham Ramayanadan Matahari. Kinerja pasar saham Rmayana lebih baik dari Matahari. Harga saham Ramayana di awal tahun 2004 sebesar Rp 4.400 dan 23 Juli lalu naik menjadi Rp 4.500. Saham Matahari di awal tahun Rp 550 dan kini turun ke Rp 525.

Subsektor makanan dan minuman dipelopori oleh saham Indofood Sukses Makmur yang mempunyai jaringan pasar luas, sedangkan saham Bimantara merupakan jenis saham yang bergerak di subsektor investasi. Saham Kalbe Farma terpilih sebagai wakil dari saham subsektor farmasi.

Harga saham Indofood pada awal tahun 2004 sebesar Rp 825 dan 23 Juli lalu Rp 700. Saham Bimantara di awal tahun Rp 3.400 dan kini pada Rp 2.500, sedangkan Kalbe Farma pada awal tahun Rp 500 dan kini pada Rp 405.

Saham Indofood, Kalbe Farma, Matahari, dan Bimantara sebenarnya merupakan saham yang masuk kategori baik. Namun saham tersebut rentan terhadap perubahan lingkungan ekonomi berupa fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS.

Kemelemahan kurs rupiah akan menjadikan kinerja pasar saham tersebut menurun. Sebaliknya, penguatan rupiah akan meningkatkan kinerja pasar saham tersebut.

Saham Timah tergolong jenis saham yang baik, tetapi fluktuasi harga timah di pasaran dunia cenderung menurunkan kinerja sahamnya di bursa. Peningkatan harga timah di pasar dunia akan menaikkan kinerja saham tersebut, dan demikian pula sebaliknya jika harga timah menurun.

Dengan demikian pemilihan jenis saham terbaik di antara yang baik seyogianya tidak hanya melihat keadaan perubahan lingkungan pada saat ini, tetapi juga bagaimana kondisi saham terpilih terebut apabila menghadapi situasi perubahan lingkungan yang tidak pasti.

Pilihan jenis saham yang tepat berarti akan membantu meningkatkan kinerja pasar dan lebih lanjut memberikan kemanfaatan bagi masyarakat bursa secara keseluruhan.

Semoga pilsam yang menghasilkan kedua belas saham pilihan tersebut memang terbaik di antara yang baik, bukan terbaik di antara yang jelek. Jenis saham pilihan bukan saja terpilih berdasarkan kriteria suara terbanyak, tetapi sebaiknya juga memenuhi kriteria kebaikan absolut berfundamental baik. (Dr Sugeng Wahyudi, dosen Fakultas Ekonomi Undip-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA