| Senin, 26 Juli 2004 | BUDAYA |
"Orang Buta dan Penuntunnya" Keluar Masuk SekolahPURBALINGGA- Sebuah film pendek pertama di Purbalingga berjudul Orang Buta dan Penuntunnya karya sutradara Bowo Leksono diputar di sejumlah sekolah. Pemutaran film berdurasi 19 menit 48 detik itu dijembatani oleh sebuah event organizer Sepatu Glinding. Film ini berkisah tentang Mirta yang buta dan Tarsa, penuntunnya. Kuasa Tuhan tak terbantahkan. Mirta memang seorang yang tuna netra tetapi mata batinnya telah mewakili kedua matanya. Kebutaan adalah sebuah takdir. Dan seperti tidak mengenal kata menyerah, Mirta terus berjuang dengan mata batin dan perasaannya. Mirta, pria berusia 50 tahun itu buta sejak lahir. Dia tidak pernah berkesempatan melihat ayah dan ibunya. Hanya dengan mengemis, dia bisa makan. Puluhan tahun dia hidup dari belas kasihan orang lain. Dia hidup sendiri, tanpa sanak keluarga. Matanya memang buta tapi mata batinnya mampu membaca hati dan pikiran orang lain, melebihi orang normal. Sedangkan Tarsa hanyalah seorang remaja yang lahir dari keluarga miskin. Dia tidak sempat mengenyam sekolah karena harus bekerja. Dia adalah anak jalanan yang mencari uang dengan jalan menuntun orang buta berkeliling di keramaian. Cerpen Roadshow film pendek ini diangkat dari cerpen karya Ahmad Tohari, budayawan asal Banyumas. Dalam kegiatan ini diadakan pula diskusi bersama Ahmad Tohari, sayembara kritik film, dan mengenalkan film pendek terbaru garapan Laeli Leksono Film berjudul Peronika. Orang Buta dan Penuntunnya telah diputar 20 Juli dan akan diputar di beberapa sekolah hingga 1 Agustus, setiap pukul 09.00 hingga selesai. Yaitu di SMAN 2 Purbalingga (20/7), SMK Widaya Manggala (26/7), SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga (27/7), SMA Bukateja (29/7), SMA Bobotsari (31/7), dan untuk umum di Gedung Srikandi kompleks Pendapa Dipokusumo (1/8). ''Kami sengaja keluar masuk sekolah lanjutan karena memang kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan apresiasi siswa terhadap film,'' lanjut Bowo yang membentuk Konsorsium Wartawan Kebudayaan (KWK) di Jakarta. Film Orang Buta dan Penuntunnya pernah diputar dalam acara Renaissance Film Kita di Toko Buku Gramedia Yogyakarta, Pesta Sinema Indonesia di Purwokerto, dan Festival Film Indonesia TVRI Pusat. (Arief Noegroho-81) |