| Senin, 26 Juli 2004 | BUDAYA |
Teknik Bermain Bukanlah SegalanyaJepit tahan/jepit tahan/jepit tahan jepit tahan. Syair tersebut muncul di tengah tembang ''God is a Girl'' yang dibawakan Matalinga dalam LA Lights Tenda Enjoy, Sabtu (24/7) malam lalu. Entah apa yang ada di benak vokalis Matalinga saat menyanyikan syair tersebut. Ditambah gerakan "menggoda" dua vokalis ceweknya, penampilan mereka membuat penonton serasa mendapat gairah tambahan untuk terus bergoyang. Itu hanyalah sepenggal bagian dari atraksi dan teknik komunikasi grup tersebut dalam berdialog dengan penontonnya. Sebagai band penutup, Matalinga tampil cukup impresif pada beberapa buah lagu. "Could You be Love" yang dibawakan dengan suara serak Widhi mampu menghadirkan nuansa R&B yang berbeda. "Intuition" dari Jewel juga mampu membuat penonton mulai ikut bergoyang kembali, setelah lagu sebelumnya "Could You be Love" cenderung lebih slow. Dua lagu beruntun berikutnya terasa tidak memberi kesempatan bagi penonton untuk beristirahat. Penonton terus diajak untuk bergoyang dengan alunan musik yang ngebeat abis. "Separuh Nafas" dari Dewa dan "God is a Girl" mampu menguras tenaga dan stamina penonton untuk terus berjingkrak. Diatas panggung gerakan personel band tidak kalah hebohnya dengan penonton yang ada di bawahnya. Dua band yang tampil sebelumnya adalah Brinito dan Gen X. Kemampuan mereka dalam mengontrol emosi masih belum terlihat, terutama saat harus membawakan lagu yang ngebeat, stamina dan kualitas vokal tampak tidak terjaga. Teknik vokal dan bermain musik memang bukanlah patokan untuk menentukan kualitas sebuah band. Kemampuan berkomunikasi lebih memiliki daya magis tersendiri bagi penonton. (hrn-81) |