logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 BANYUMAS
Line

''Setelah Divasektomi, Pakai Kondom Dulu''

KEPALA Kiswanto (58) mengangguk-angguk ketika bidan dari Puskesmas Mersi, Purwokerto, berbicara. Dia baru saja menjalani metode operasi pria (MOP) atau vasektomi bersama 21 pria lainnya di Puskesmas Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, baru-baru ini.

''Setelah divasektomi, kalau mau kumpul lagi dengan istri jangan lupa pakai kondom dulu. Minimal 15 sampai 20 kali berhubungan, pakai kondom terus biar bekas operasinya bersih dan air mani bebas dari sperma,'' kata bidan muda yang saat itu diperbantukan untuk melakukan MOP di Mrebet.

Kiswanto adalah warga Desa Pagerandong, Kecamatan Mrebet yang mengaku semula tidak tertarik ikut vasektomi. Sebab, istrinya sudah ikut KB pil. Selain itu vasektomi juga tidak populer di masyarakat sebagai alat kontrasepsi pria dibandingkan dengan kondom. Dia menjadi tertarik ketika tetangganya menjelaskan keuntungan jika divasektomi.

''Saya mulai tertarik ketika tetangga saya bilang bahwa setelah ikut MOP sama sekali tidak ada keluhan jika mau berhubungan dengan istrinya. Tidak jadi loyo tapi tetap perkasa. Karena itu saya mantap datang ke puskesmas biar divasektomi,'' ujarnya.

Sementara Khudori (42), warga Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, mengaku mau ikut MOP agar kehidupan ekonominya membaik. ''Kalau tidak diniati sekarang, mau kapan lagi? Mumpung gratis. Biar saya bisa menabung untuk kebutuhan sekolah anak-anak,'' katanya lugu.

Dibius Lokal

Proses vasektomi berlangsung 15-20 menit. Pertama, kulit yang melingkupi buah zakar disobek kecil untuk diambil saluran spermanya. Tentu saja tidak sakit karena akseptor telah dibius lokal. Setelah itu saluran sperma diangkat dengan alat khusus.

Kemudian kedua ujung saluran itu diikat dengan benang khusus dan bagian tengahnya dipotong. Namun ada pula yang tidak dipotong melainkan hanya diikat. Saluran sperma tersebut dimasukkan lagi ke dalam buah zakar, dan kulit dijahit lagi. Vasektomi pun selesai.

Tujuan dari operasi kecil itu agar sel mani atau sperma tidak keluar saat ejakulasi, namun cairan mani tetap ada. Kegagalan mencegah kehamilan pada tahun-tahun pertama 0,1-0,2%. Vasektomi adalah operasi permanen sehingga walaupun saluran sperma disambung kembali, keberhasilan untuk hamil lagi masih ditentukan faktor lain. (Arief Noegroho-81s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA