logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Juli 2004 BANYUMAS
Line

Dianggap Khianati Khitah

BANYUMAS- Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Banyumas mendesak pengurus organisasi yang menjadi tim sukses capres-cawapres segera mundur dari jabatan struktural NU. Keterlibatan pengurus NU di semua level menjadi tim sukses salah satu pasangan calon presiden adalah bentuk pengkhianatan Khitah NU.

Pernyataan aktivis muda NU yang menamakan diri Forum Peduli Khitah NU Banyumas itu dicetuskan dalam pertemuan Jumat malam (23/7) di Pondok Pesantren Darul Falah Cideng, Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen. Mereka yang hadir antara lain mantan pengurus IPNU dari beberapa periode, baik tingkat cabang maupun anak cabang (kecamatan), mantan anggota FKB DPRD, serta aktivis muda NU lainnya.

Menurut mereka, NU sebagai ormas Islam terbesar tiba-tiba menjadi sasaran empuk untuk menawarkan dagangan politik dari politikus. Keberhasilan Ketua Umum PBNU nonaktif KH Hasyim Muzadi mendampingi Megawati Soekarnoputri pada pilpres telah memicu perdebatan, diskusi bahkan perpecahan di internal NU.

''Khitah NU 1926 sebagai pilar kembalinya NU menjadi organisasi sosial keagamaan yang menitikberatkan kegiatan dakwah dan pendidikan benar-benar terancam,'' tandas Khayatul Maqi, Pengasuh Ponpes Darul Falah selaku penanggung jawab pertemuan aktivis muda NU. (G23-85s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA