logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 25 Juli 2004 PEMILU 2004
Line

Pengurus Cabang NU Minta Instruksikan Dukung Hasyim

SEMARANG - Sebuah wacana terkait dengan majunya Ketua Umum PBNU (nonaktif) KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2004 mengemuka dalam pertemuan antara PW dan PCNU se-Jateng, Sabtu (24/7), di Pondok Pesantren Al Ishlah Mangkang Kulon, Semarang. Agenda pertemuan yang dikemas dalam acara silaturahmi itu membahas tiga hal, yakni persiapan mukerwil, muktamar, dan menyikapi perkembangan situasi politik nasional.

Acara yang dihadiri 29 dari 36 cabang NU se-Jateng itu dibuka oleh Ketua PWNU Jateng Drs H Moh Adnan MA. Silaturahmi itu juga dihadiri antara lain Rois Syuriyah PWNU KH Masruri Mughni, Wakil Rois Syuriyah Dr KH Musthofa Sunhaji MA, Katib KH Ubaidullah Shodaqoh SH, Wakil Ketua Dr H Abu Hafsin Umar MA, dan Wakil Ketua Dr H Mudjahirin Tohir MA.

Tampaknya perkembangan situasi politik nasional menjadi hal yang paling banyak dibicarakan.

Bahkan, sejumlah pengurus cabang terang-terangan menghendaki PWNU Jateng mengeluarkan instruksi tertulis agar semua warga nahdliyyin mendukung Hasyim Muzadi dalam pilpres putaran kedua. Cara seperti itu, menurut pengusul, juga telah dilakukan PWNU Jatim.

Menanggapi usulan tersebut, Rois Syuriyah KH Masruri Mughni menyebutkan, apa yang disampaikan sejumlah pengurus cabang tersebut merupakan ungkapan emosional.

"Itu baru wacana. Kami akan tetap sesuai dengan garis. NU tetap berpegang pada khitah. Yang boleh mengubah khitah hanya Muktamar NU. Secara struktural kami tetap nentral," kata dia.

Terkait dengan wacana yang dilontarkan tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Kecamatan Sirampog, Bumiayu, Breres tersebut menilai, hal itu merupakan pendapat perorangan.

"Itu wacana perorangan, silakan saja. Tinggal bagaimana pandai-pandai mereka melaksanakan keinginan itu. Namun, jangan gunakan perangkat NU untuk melaksanakan keinginan pribadi," tandas dia.

Soal permintaan agar ada instruksi tertulis dari PW, ujar dia, hal itu tidak perlu. "Ndak. Jawa Tengah ndak akan buat instruksi tertulis."

Dia kembali menegaskan, PWNU tidak akan memberikan instruksi tertulis terkait dengan dukungan kepada Hasyim. Sebab, pihaknya tetap menghendaki sesuai dengan garis PBNU. PW tidak akan melangkahi apa yang telah dilakukan oleh PBNU.

Soal materi pertemuan, jelas dia, ada tiga agenda. Pertama, persiapan menghadapi muktamar di Donohudan, Boyolali, akhir November mendatang. Karena sebagai shahibul bait (tuan rumah), Jateng harus mempersiapkan diri sejak dini.

Yang penting, kata dia, agar cabang-cabang secepatnya mengadakan mukercab. Sebab, sampai kemarin materi muktamar belum ada yang masuk.

Yang kedua, lanjut dia, sebelum mengadakan muktamar, perlu juga menggelar mukerwil untuk membahas rencana tersebut. Yang ketiga, karena banyak wacana yang berkembang, sebagai pelayan umat, PWNU mencoba mendengar suara dari bawah.

Namun, lanjut Masruri, suara yang berkembang dari bawah itu belum mewakili semuanya. Selain itu, juga belum mencerminkan suara cabang. "Mereka berangkat ke sini belum mengadakan rapat. Sebagian (PC yang hadir) wakilnya. Tidak semua roisnya. Dengan demikian, kami belum bisa berkata itu sepenuhnya. Namun, sebagian suara bawah seperti itu," tandas dia.

Dia menandaskan, acara tersebut merupakan silaturahmi. Kegiatan itu akan membuahkan keuntungan yang cukup besar. "Silaturrahim adalah perintah Rasul."

Soal isi yang berkembang dalam pertemuan, kata dia, kembali pada tekad PW untuk melaksanakan khitah. Apa yang berkembang adalah wacana yang timbul dan perlu ditanggapi dengan tetap berpegang teguh pada khitah.

Sudah Jalan

Hal senada dikatakan Ketua PWNU Drs H Moh Adnan MA terkait dengan permintaan agar ada instruksi tertulis mendukung Hasyim.

Dia mengemukakan, permintaan tersebut bukan sebuah tuntutan, tapi harapan. "Saya berpikir, kenapa harus ada instruksi? Sebab, tanpa instruksi juga sudah jalan."

Justru dia berpendapat, lebih baik tanpa instruksi tertulis. "Jika dengan instruksi dan pada akhirnya tidak jalan kan eman-eman karena telanjur melibatkan organisasi."

Terkait dengan apa yang disampaikan para pengurus cabang dalam menyikapi situasi nasional, dia mengatakan, setelah mendengar, dirinya sangat apresiatif. "Saya mengapresiasi aspirasi itu. Mereka yang pada kenyataannya berharap Pak Hasyim terpilih tersebut sejalan dengan aspirasi mayoritas pengurus wilayah."

Setelah sejalan, ujar dia, dikembalikan lagi kepada cara mereka masing-masing dalam mewujudkan harapan tersebut. Sebab, kondisi tiap-tiap cabang tidak sama. (G7-33e)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA