logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 PANTURA
Line

Texmaco Nunggak Listrik Rp 2,5 Miliar

  • PLN Akan Limpahkan ke BPPN

PEMALANG- Tunggakan rekening listrik PT Texmaco Jaya Pemalang Rp 2.571.613.061 diperkirakan tak mampu terbayar, karena kebangkrutan perusahaan yang pernah berjaya pada era Suharto tersebut. Karena itu, PLN akan melimpahkan persoalannya ke BPPN.

Kepala Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Pemalang Untung Susanto mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menagih, namun General Manager (GM) PT Texmaco Jaya menyatakan sangat berat membayar tunggakan rekening Rp 2,5 miliar lebih itu. Sebab, uang untuk membayar tidak ada karena perusahaan bangkrut.

"Berdasarkan informasi dari salah seorang manajer PT Texmaco Pemalang, katanya sangat berat untuk melunasi utang karena manajemennya sendiri-sendiri. Tidak bisa misalnya Texmaco Kaliwungu yang masih jalan ngutangi dulu ke Texamco Pemalang untuk membayar tunggakan listrik," ujarnya, kemarin.

Tunggakan rekening listrik itu sudah mulai membengkak sejak tahun lalu, yaitu ketika keuangan perusahaan itu makin tak jelas perkembangannya. Pada Maret 2004, Manajer PT Texmaco mengirimkan surat kepada PLN tentang kesanggupan pembayaran tunggakan secara bertahap. Saat itu pabrik masih jalan efektif, kendati kembang kempis.

Kesanggupan pembayaran yang diajukan adalah rekening Desember 2003 yang akan diselesaikan paling 31 Maret 2004.

Rekening Januari 2004 akan diselesaikan 5 April. Rekening Februari bakal dibayar 30 April, dan rekening Maret akan dilunasi Mei.

Namun, ternyata pernyataan kesanggupan itu tidak terealisasi sedikit pun. Hingga Juli, tunggakan yang belum dibayar tercatat Rp 2,5 miliar lebih. Sejak itu, tidak ada kejelasan lagi dari Texmaco tentang pembayaran tunggakan listrik sehingga PLN mengeluarkan sanksi tegas.

Sanksi yang telah dijatuhkan adalah memadamkan trafo listrik 1-3 di Texmaco pada Maret lalu.

Sejak itu tidak ada aliran listrik di PT Texmaco Jaya Pemalang. Kemudian diteruskan dengan pembongkaran trafo 2 pada 25 Juni. Lalu pada 20 Juli, ganti trafo 3 yang dibongkar. Adapun trafo 1, dalam waktu dekat ini akan menyusul dibongkar.

Saat ini, karena seluruh jaringan listrik sudah dipadamkan, Texmaco menggunakan penerangan dengan tenaga diesel genset. Adapun penerangan listrik di Kantor Polsek Taman yang dahulu disuplai Texmaco, kini sudah bisa menyambung jaringan sendiri.

Bagi PLN, utang itu cukup besar sehingga dalam penanganannya nanti akan dilimpahkan ke negara lewat Kantor PLN Tegal. Karena itu, nanti yang akan mengurus persoalan itu adalah BPPN. (sf-74j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA