logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Parreira: Hanya Brasil yang Bisa

LIMA - Hanya Brasil yang mengistirahatkan para pemain andalan mereka, tapi masih bisa mencapai final pada turnamen besar. Demikian ditegaskan Pelatih Brasil Carlos Alberto Parreira di Lima, Peru, kemarin.

Brasil mencapai final Copa America 2004 melawan Argentina, Minggu besok, kendati mengistirahatkan para pemain top seperti Ronaldo, Ronaldinho, Kaka dan Roberto Carlos. Juara dunia lima kali itu meyingkirkan Meksiko dan Uruguay yang turun dengan kekuatan penuh.

"Tak ada negara lain yang mampu melakukan ini. Itu tak saya ragukan. Kami baru mulai melatih tim ini 10 hari sebelum kompetisi dimulai. Beberapa pemain sudah satu bulan tidak bertanding dan kurang bugar," kata Parreira. "Meski demikian, kami telah memperlihatkan kekuatan sepak bola Brasil," tambahnya.

Namun Parreira menolak anggapan Brasil membawa tim lapis kedua. "Kami tak pernah mengatakan ini tim B. Tim yang berada di sini adalah tim nasional," tegasnya.

Bulan lalu, dia mengkritik waktu penyelenggaraan Copa America karena terjadi pada pertengahan kualifikasi Piala Dunia 2006 Zona Amerika Selatan. Juga pada saat para pemain yang merumput di Eropa sedang berlibur.

"Akan tetapi turnamen ini memberi saya kesempatan berharga untuk memperhatikan pemain-pemain baru."

Striker Adriano, top scorer dengan enam gol, dan pemain lain seperti gelandang Alex, Renato dan Edu tampil cemerlang dan punya prospek menjanjikan pada masa mendatang. Gagasan utama Parreira adalah menilai para pemain tersebut dan dia sudah mencapai hal itu.

'Kami membuka kemungkinan baru bagi sepak bola Brasil pada masa depan. Kendati saya belum memperoleh hasil, saya tetap puas terhadap turnamen ini. Pada akhirnya berlangsung sempurna," ujarnya.

Mascherano dan Tevez

Kubu Argentina juga tengah percaya diri. Pelatih Marcelo Bielsa secara khusus memuji penampilan gelandang baru Javier Mascherano dan striker muda Carlos Tevez. Keduanya tampil mengesankan pada partai perempat final dan semifinal.

Tim Tango yang juga diperkuat beberapa pemain baru, mencetak 14 gol dan baru kebobolan empat gol. Bielsa berkesempatan membalas kekalahan 1-3 dari Brasil pada pertemuan di babak kualifikasi Piala Dunia 2006.

Ketika ditanya tentang posisi timnya sebagai favorit di final, Bielsa terang-terangan menolak. Brasil memang tidak turun full team, namun mereka masih mampu memperlihatkan diri sebagai tim besar.

"Kami akan membiarkan para pemain tampil dengan tanpa beban di lapangan. Kalau sudah di lapangan, posisi setiap tim itu sama," tutur Bielsa.

Brasil akan turun dengan skema 4-4-2. Sementara Argentina tetap pola 4-4-2. Tim Tango kembali diperkuat kapten Roberto Ayala.

Ayala absen pada semifinal lantaran terkena kartu merah ketika menghadapi Peru di perempat final.

Sepanjang sejarah Copa, Argentina dan Uruguay memegang rekor juara sebanyak 14 kali. (rtr,A7-59)

Siaran Langsung SCTV

Argentina Vs Brasil

Senin (26/7), 03.00 WIB


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA