logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

FBI Sambut Baik KONI Ambil Alih Binaraga

JAKARTA - Federasi Binaraga Indonesia (FBI) merasa senang KONI Pusat mengambilalih kepanitaan pertandingan binaraga pada PON XVI di Palembang, 2-14 September mendatang. Langkah KONI tersebut merupakan langkah maju untuk menyelamatkan pembinaan dan perwujudan prestasi binaragawan di tingkat nasional.

"Saya bersyukur pertandingan binaraga PON Palembang diambil KONI. Ini suatu kemajuan. Ini juga pertanda kalau berangsung-angsur binaraga akan dipisahkan dari angkat besi. Jadi binaraga tidak bergabung lagi dengan PABBSI," ujar Ketua Umum Federasi Binaraga Indonesia Roy BB Janis di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, PON selalu mengunakan norma dan aturan internasional. Tentu pula sudah selayaknya aturan yang akan digunakan adalah aturan pada Federasi Binaraga Internasional (ABBF). Selama ini hanya FBI yang diakui oleh ABBF.

"Kami yakin KONI akan bekerjasama dengan FBI untuk menggelar event di PON XVI. Ini juga peluang bagi kami untuk mengeksiskan FBI dalam tubuh KONI Pusat. Tinggal masalah waktu saja," tutur Roy.

Dia menandaskan, tindakan KONI untuk menjadi pelaksana pertandingan binaraga di PON adalah langkah bijak. Hal ini bisa jadi mengacu pada pengalaman SEA Games 2003 lalu di Vietnam. Saat itu binaragawan Indonesia tidak bisa berangkat ke sana. Penyebabnya adalah KONI hanya mengakui PABBSI. Padahal lembaga tersebut tidak diakui lagi oleh ABBF.

"Kami dari FBI berjuang demi kepentingan atlet. Jadi tidak perlu ngotot-ngototan lagi yang merugikan atlet. Nyatanya saat SEA Games 2003 PABBSI ngotot. Jadinya atlet kan tidak bisa ke Vietnam," tegas Roy Janis.

Roy mengaku sudah melakukan pembicaraan intens dengan Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar menyangkut masuknya FBI dalam jajaran KONI Pusat. "Beliau bilang tidak ada masalah. Ini cuma masalah prosedur saja demi keabsahan secara hukum. Artinya secara de facto kami sudah diakui KONI. Sekarang kan masalahnya KONI bersikap hati-hati dan bijak saja," ungkapnya.

Roy juga menyatakan, semua sikap untuk tampilnya binaragawan Indonesia di event internasional tergantung sikap KONI Pusat. Jika masih menggunakan PABBSI tidak mungkin ada atlet Indonesia berlaga di event internasional. "Masalahnya ABBF hanya mengakui FBI. Ini tentu yang harus menjadi pertimbangan utama KONI," tandasnya. (D3-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA