logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Penampilan Esaiah Tidak Mengecewakan

  • PSIS Kembali Taklukkan Puslat 5-1

SEMARANG - Penampilan Esaiah Pello Benson dalam pertandingan uji coba PSIS melawan Puslat, kemarin, di Stadion Jatidiri, tidak mengecewakan. Bahkan, pemain asal Liberia itu menyumbang satu assist dari gol yang dicetak oleh Indriyanto Nugroho.

Pada pertandingan uji coba tersebut PSIS kembali menang telak 5-1 (3-0) atas anak-anak asuhan pelatih Ashadi. Dua gol PSIS dihasilkan oleh Indriyanto Nugroho, sedangkan M Irfan, Ricardo Bonavides dan Darwin Perez masing-masing menyumbang satu gol. Puslat PSIS sendiri memperkecil kedudukan lewat gol yang diciptakan oleh Waladi menjelang pertandingan babak kedua berakhir.

Pertandingan uji coba sore itu memang khusus digelar untuk melihat kemampuan Esaiah. Tak heran, mantan pemain St Anthony FC Liberia itu dipasang penuh dalam 2 X 45 menit. Dengan demikian, pelatih PSIS Herry Kiswanto pun dapat melihat secara jelas kemampuan yang dimiliki pemain kelahiran 27 Maret 1984 itu.

Penampilan Esaiah di pertandingan itu memang cukup tenang dan sabar. Umpan-umpannya pun matang dan terukur. Bola-bola yang diterimanya langsung diumpankan ke pemain PSIS lainnya. Dengan demikian, serangan-serangan PSIS bisa mengalir cepat ke jantung pertahanan lawan. Selain itu, sebagai playmaker Esaiah juga handal dalam membagi bola. Hal tersebut membuat serangan-serangan PSIS lebih hidup.

Herry Belum Putuskan

Namun pelatih PSIS Herry Kiswanto tetap tidak mau tergesa-gesa mengambil keputusan tentang Esaiah Pello Benson. Setelah melihat penampilan pemain asal Liberia itu dalam pertandingan uji coba lawan Puslat di Stadion Jatidiri, kemarin, mantan pelatih Persija Jakarta itu akan meminta pendapat kepada para asistennya terlebih dahulu.

Padahal, agen Esaiah, Edy Syah berharap manajemen tim PSIS bisa memberikan keputusannya hari ini. "Saya berharap nasib Esaiah bisa ditentukan besok (hari ini .red)," tegas Edy,

Berbeda dari Edy, seusai pertandingan uji coba kemarin Herry menegaskan tidak mau dikejar-kejar untuk secepatnya menentukan pilihan. Sebab, dia butuh waktu untuk mengetahui kemampuan Esaiah yang sebenarnya. Karena itu, saat ini dia belum mempunyai penilaian terhadap pemain timnas Liberia itu.

"Saya tidak biasa kerja dikerjar-kejar waktu. Jadi, belum bisa memutuskan tentang nasib Esaiah."

Pada pertandingan uji coba tersebut, Herry banyak melihat perbedaan peran Esaiah, Djibril dan Ricardo di lini tengah. Menurutnya, Esaiah lebih banyak berkonsentrasi ke pertahanan. Sedangkan Djibril dan Ricardo sama-sama menempati posisi sebagai gelandang serang. (H13-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA