logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Kalahkan Timnas U-20, Persiku Peringkat Ketiga

BATANG-Persiku menundukkan Timnas U-20 dengan skor 2-1 dalam lanjutan Kompetisi Divisi II Nasional Grup E di Stadion Gelora Batang, kemarin. Keberhasilan ini membawa mereka menduduki peringkat ke-3 grup. Tetapi, mereka gagal masuk ke babak ke-2.

Pada pertandingan ini, anak-anak Kudus tidak didukung suporter fanatiknya, mengingat tim ini telah dipastikan gagal masuk babak kedua. Biasanya para fans selalu datang berombongan mencarter beberapa bus.

Timnas U-20 yang ditangani pelatih asal Inggris Peter Withe dengan asisten Syamsudin Umar, Djoko Malis dan pelatih kiper Edy Harto, memanfaatkan kompetisi ini untuk mencoba pemain. Karena itu, setiap pertandingan selalu ditampilkan formasi berbeda.

''Jangan heran kalau formasi berubah terus di setiap pertandingan. Keikutsertaa kami memang dalam rangka uji coba dan untuk meningkatkan pengalaman anak-anak,'' ujar Syamsudin.

Mantan pemain Makassar Utama dan pelatih PSM itu menambahkan, keikutsertaan itu akan dijadikan bahan evaluasi. Setelah dari Batang, mereka akan terus pulang ke Jakarta. ''Tanggal 6 Agustus mendatang kami akan berada di Vietnam selama satu bulan,'' tambahnya.

Pada pertandingan yang dipimpin Wasit R Pramor ini, tim dari Kota Kretek mengawali gol melalui Moh Nurhuda. Mantan gelandang menyerang Persibat itu memanfaatkan umpan lambung. Dia membawa bola ke jantung pertahanan lawan. Barisan belakang PSSI U-20 diisi Yusuf Sutan Mudo. Ahmad Junaedi, serta stoper Deny Rumba yang juga bertindak selaku kapten menggantikan Boby Satria.

Begitu mempunyai ruang tembak, Nurhuda langsung mengarahkan bola ke gawang Timnas tanpa bisa ditangkap kiper Ruhanda Merdiyana.

Tendangan Penjuru

Tertinggal satu gol, anak-anak PSSI U-20 yang dimotori striker Supriyadi, Prananda Aditya, dan Eko Setyawan, bermain agresif. Namun, serangan-serangannya gagal membuahkan gol, sampai wasit meniup peluit tanda babak pertama selesai.

Memasuki babak kedua, mereka tetap mengambil inisitaif untuk terus menakan. Dari pinggir lapangan pelatih Peter White menginstruksikan agar pemain berhati-hati saat membawa bola. ''Keep your ball, wait, wait,'' katanya.

Gol balasan tercipta pada menit ke-68, berasal dari tendangan penjuru. Bola yang dilepaskan Supriyadi, disundul Deny Rumba. Sundungan keras dengan melompat itu berhasil menjobol gawang lawan.

Kedudukan 1-1 itu hanya bertahan satu menit. Pada menit ke-69 Nur Kholis yang masuk menggantikan Fatah Yasin berhasil mencetak gol.

Gol itu berawal dari tendang bebas. Pemain belakang timnas tak ada yang bergerak, karena mengira para pemain lawan berdiri off side. Ternyata wasit tak meniup peluit. Bola langsung dicocor ke gawang, 2-1.

Peter White terlihat berang dan memaki wasit dari pinggir lapangan. Saat, wasit cadangan Sumarwoko mendekat untuk menenangkan, justru diperingatkan untuk tenang. ''Please, be quite. Don't worry,'' kata mantan pemain Aston Villa ini.

Kekesalan masih ditunjukkan begitu peluit babak kedua berakhir. Dia langsung mendekati wasit. Setelah itu dia mendekati Pengawas Pertandingan (PP) Sanusi ES yang didampingi Suharjono serta inspektur wasit I Wayan Sukardja. Uniknya, dia justru mendapat aplaus dari penonton saat meninggalkan lapangan. ''Goodbye Mr Withe,'' kata salah seorang penonton. (ar-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA