logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Pulihkan Kepercayaan Diri saat Bermain di Kandang

JEPARA-Menjelang pertandingan di kandang pada 4 Agustus mendatang melawan Persiraja Banda Aceh, Persijap terus berbenah. Pengalaman dari tiga pertandingan terakhir menjadi masukan.

Tiga partai itu adalah pertarungan yaitu melawan Persekabpas (1-1), Persikad (2-0), serta kemenangan lawan Petrokimia Putra 2-1.

Selain strategi dan teknis, faktor yang juga menjadi ganjalan adalah kurangnya kepercayaan diri saat bermain di kandang. Kemenangan 2-0 atas Persikad di Stadion Kamal Djunaedi (18/7), menurut pelatih Rudy William Keltjes bukanlah suatu kemenangan permainan, melainkan baru kemenangan pertandingan. Hasil pertandingan menggembirakan, namun permainannya tidak.

Pasalnya, anak-anak asuhannya tidak mampu bermain lepas. Mereka justru tertekan, ketika bermain di depan para penggemarnya.

Konsentrasi

Kegugupan Chanif Muhajirin, Widianto Ahmad, dan juga Oliveira saat menjamu anak-anak Depok itu sangat memengaruhi ritme permainan tim. ''Satu saja pemain kami tidak tenang membawa bola akan merusak sekian persen strategi,'' katanya.

Karena itu berulang kali Keltjes mengharapkan kepada para penggemar, seperti Banaspati, Kalinyamat Fans, dan Jepara Tifosi Mania (Jetman) untuk bisa mendukung tim kesayangannya secara sportif. Keltjes sangat berterima kasih atas dukungan para penonton, namun ia akan lebih berterima kasih jika dukungan yang diberikan tidak sampai mengganggu konsentrasi permainan Herry Setiawan dkk.

Selain itu, kepada seluruh pemainnya, dia akan membenahi aspek mental bertanding. ''Mudah-mudahan saat melawan Persiraja nanti anak-anak bisa lebih berkonsentrasi dan bisa memenangi permainan dan pertandingan'' kata mantan pemain klub Galatama, Niac Mitra Surabaya ini.

Sore kemarin, para pemain sudah mulai berlatih di stadion Kamal Djunaedi. Evaldo yang sebelumnya menderita cedera otot kaki, sudah mulai ikut latihan. Diharapkan, kondisi pemain belakang ini semakin membaik.

Dalam sesi latihan berikutnya, pelatih akan menekankan pada teknik permainan bola-bola pendek dari kaki ke kaki, termasuk mematangkan sentuhan-sentuhan bola manis dan kerja sama tim. Dia juga masih menaruh perhatian pada pembenahan lini sayap, lini yang selama ini dianggap ampuh untuk melakukan serangan. (mds-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA