| Sabtu, 24 Juli 2004 | OLAHRAGA |
Persijatim Fokuskan pada Perpaduan PemainSOLO-Tim asal Jakarta Timur yang ber-home ground di Solo, Persijatim Solo FC, kini berada dalam posisi kritis. Mereka berada di bibir jurang degradasi. Dari 18 tim perserta, Hari Salisbury dkk saat ini bertenger di peringat ke-14 dari 18 tim peserta. Mereka baru mengumpulkan nilai 23. Dua dari empat tim yang berada di bawahnya memiliki nilai sama, hanya kalah dalam gol rata-rata. Dua tim itu adalah Semen Padang dan Persela Lamongan. Kesebelasan dengan arsitek pelatih asal Inggris yang tinggal di Australia, Erick Williams, baru saja mengalami kekalahan 1-3 dari PSIS Semarang dan PSS Sleman. Sekalipun sekarang terpuruk, kemungkinan untuk naik posisi terbuka lebar. Mereka mendapat waktu istirahat atau berlatih selama 10 hari, sebelum menjalani tiga partai kandang sekaligus. Tanggal 1 Agustus, Persik Kediri yang berkunjung. 8 Agustus, giliran Persebaya, sedangkan pada 11 Agustus menjamu Persela. ''Seusai putaran pertama, pihak manajemen sudah berusaha membenahi tim dengan merekrut pemain baru,'' kata asisten pelatih Maman Suryaman, baru-baru ini. Hasilnya, dua pemain asing yang dibawa Rochy Poetiray dimasukkan ke tim. Dua pemain itu adalah Bamn Joe dan Bassala, yang langsung masuk tim inti. Sekalipun demikian, kendala masih dihadapi tim milik Muhammad Zein itu. Di antaranya, belum adanya penjaga gawang yang solid. Masuknya sejumlah pemain baru juga membuat perpaduan antarpemain belum terlihat. Dengan demikian mereka masih dihantui masalah kekompakan tim. Kondisi ini diakui oleh Erick. ''Bamn Joe sebagai striker cukup bagus. Tetapi, dia belum mapan, karena kendala komunikasi,'' jelasnya. Kecepatan Dia menggembleng para pemainnya di Stadion Maladi Solo. Fokusnya tak hanya kekompakan tim, tetapi juga kecepatan individu dalam mengolah bola. Erick sangat mengharapkan latihan kekompakan tim itu bisa menghidupkan lini tengah dalam memasok bola ke depan. ''Pada dua pertandingan terakhir, lawan PSIS dan PSS Sleman, kami terbentur pada kesulitan memasok bola ke depan. Bahkan terkadang terjadi kesalahpahaman,'' ungkapnya. Tim ini memilik lima pemain asing, yaitu Alexander Leal, Ayock Louis Berty, Piko Malek Binogol, Bamn Joe dan Basalla. Sebelumnya, pada kompetisi putaran pertama, terdapat nama bek Andrian dan striker Alexandre. Dua pemain ini sekarang sudah dipulangkan. Persiapan selanjutnya dilakukan di Jakarta. Menjelang menjamu Persik awal Agustus, baru mereka kembali lagi ke Solo. Menurut Erick, di Jakarta nanti timnya tetap latihan rutin. Bahkan direncanakan akan melakukan beberapa kali uji coba, salah satu di antaranya melawan PSSI U-20 yang saat ini sedang mengikuti Kompetisi Divisi II Nasional di Batang. Erick sangat sadar posisi tim asuhannya yang berada di jurang degradasi. Karena itu, dia mengaku akan ''mengebut'' porsi latihan, khususnya untuk lini belakang yang dinilai. ''Lini belakang mudah ditembus lawan. Ini persoalan yang sangat penting,'' katanya. Dia tetap menargetkan tiga laga tanding di kandang harus bisa dimenangi semuanya. ''Memang Persebaya dan Persik merupakan tim bagus, tetapi kita targetkan menang atas mereka,'' harapnya.(P44-22) |