logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Drama Menit-menit Akhir Berlanjut

  • UEA Tersingkir

JINAN-Meskipun hanya bermain dengan sepuluh orang, Yordania berhasil menundukkan Kuwait 2-0 dalam lanjutan pertandingan Grup B Piala Asia 2004 di Jinan, China, semalam. Kemenangan mereka begitu dramatis, karena semua gol tercipta pada injury time. Dua gol itu masing-masing dijaringkan Khaled Sa'ed pada menit ke-92 dan Anas Al Zboun satu menit kemudian.

Menit-menit akhir yang penuh kejutan, seperti saat Piala Eropa lalu, kini juga terus terjadi di rangkaian Piala Asia. Diawali dengan gol Bahrain ke gawang China untuk membuat skor menjadi 2-2. Hasil imbang 1-1 Qatar-Bahrain, ditentukan oleh gol yang terjadi saat injury time.

Ketika Irak mengalahkan Turkmenistan 3-2, Kamis lalu, gol penentuan dibuat ketika waktu normal hampir habis. Gol ketiga Irak tercipta pada menit ke-88.

Kejadian yang lebih dramatis terjadi semalam, karena sampai waktu normal berakhir, Kuwait dan Yordania masih bermain imbang 0-0. Yordania kehilangan kaptennya, Faisal Ibrahim, sejak menit ke-58. Sekalipun hanya bermain dengan sepuluh orang, mereka tetap mampu merepotkan lawannya.

Malah akhirnya kemenangan berhasil didapat. Tendangan keras dari jarak jauh yang dilepaskan Hassouneh Qasem membentur tiang gawang. Bola yang memantul itu tak disia-siakan oleh Khaleh Sa'ed.

Kegembiraan meledak, apalagi gol itu tercipta pada menit ke-92. Ternyata satu menit kemudian, pemain pengganti Anas Al Zboun berhasil menggandakan kemenangan.

Korea Selatan

Keberhasilan itu membuat peserta Piala Dunia 1990 ini memimpin Grup B bersama Korea Selatan. Keduanya sama-sama mengumpulkan empat angka. Korsel mengirim Uni Emirat Arab masuk kotak, berkat gol Lee Dong-gok dan Ahn Jung-hwan.

Gol Ahn Jung-hwan juga tercipta ketika waktu normal sudah habis. Di saat UEA asyik menyerang untuk menyamakan kedudukan, mantan pemain Perugia itu berhasil mengecoh seorang pemain belakang untuk kemudian memperdaya kiper.

Lee Dong-gok membuat timnya memimpin melalui golnya pada menit ke-42. Kesuksesan anak-anak asuhan Jo Bonfrere itu juga sewarna dengan keberhasilan Yordania. Mereka sama-sama bermain dengan sepuluh orang.

Pemain belakang Park Jae-hong diusir wasit pada menit ke-57, karena melakukan pelanggaran terhadap Ismain Mattar. Keputusan itu sebenarnya kontroversial, karena dalam tayangan ulang televisi, tidak terlihat adanya kontak langsung ketika Park berusaha menghentikan gerakan lawannya.(rtr,tok-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA