logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 MURIA
Line

WORO WORO

Rp 250 Juta untuk Taman Budaya

KUDUS- Pemkab Kudus untuk tahun anggaran 2004 akan mengalokasikan dana Rp 250 juta guna pembangunan taman budaya. Menurut Bupati HM Tamzil, penggunaan dana tersebut meliputi rehabilitasi pendapa eks Kantor Pembantu Bupati Kudus wilayah Cendono yang akan digunakan untuk Kantor Pengelola dan Panggung Seni Rp 85 juta dan alokasi biaya administrasi proyek Rp 15 juta. Adapun dana Rp 150 juta digunakan untuk pembuatan landasan dan kerangka patung.(ton-42k)

Pembagian Raskin di Ngawen Lancar

BLORA- Menyusul ada pihak ketiga yang mau nomboki uang tunggakan beras untuk warga miskin (raskin) di wilayah Kecamatan Ngawen, Camat Drs Gunadi menjelaskan, saat ini pembagiannya lancar. ''Ada pihak ketiga yang nomboki, sehingga tidak ada permasalahan,'' ujarnya, kemarin.

Dia menandaskan, sejak uang raskin di Ngawen diselewengkan oknum karyawan kecamatan dan prosesnya sudah divonis pengadilan, masih ada tunggakan sekitar Rp 60 juta dan sempat mengganggu distribusi. Hanya, karena ada pihak ketiga yang mau nomboki, jadi lancar. ''Sistem yang saya terapkan saat ini, warga harus membayar di muka dan alhamdulillah semuanya lancar,'' tambahnya.(ud-42k)

IPNU-IPPNU Buka LPK Baru

KUDUS-Sebagai partisipasi aktif dalam menghasilkan SDM yang berkualitas, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama - Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama Kabupaten Kudus, membuka lembaga pendidikan komputer (LPK) Karunia. Menurut Wakil Ketua PC NU Kudus, Sanusi MH, keberadaan LPK yang terletak di Jalan Mejobo 23 tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan yang dimiliki siswa-siswanya. Hadir dalam acara tersebut, Asisten II Sekda Kudus, Sutomo, yang sekaligus meresmikan LPK Karunia. (ton-34)

Menwa Bakti Sosial di Karimunjawa

JEPARA-Sebanyak 60 anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) dari Inisnu, Stienu, Atika Jepara dan Unissula Semarang, mengikuti bakti sosial selama seminggu di Kecamatan Kepulauan Karimunjawa.

Dandim 0719/Jepara, Letkol Inf Mulyono Syah saat melepas Menwa mengatakan, kegiatan itu sebagai wujud kepedulian anak bangsa dalam menjaga, membina, dan melestarikan keutuhan salah satu kepulauan di Indonesia tersebut.

Selama di Karimunjawa, para mahasiswa yang telah dididik dasar kemiliteran itu akan melaksanakan pembangunan beberapa prasarana dan sarana; baik fisik maupun kegiatan nonfisik. Mereka juga dituntut untuk mampu menggugah kesadaran masyarakat. (kar-34a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA