| Sabtu, 24 Juli 2004 | INTERNASIONAL |
Panel 11/9 Seru Reformasi IntelijenWASHINGTON - Sambil memperingatkan ''kita belum aman'', komisi penyidik serangan 11 September 2001 menyerukan pemeriksaan terhadap agen-agen intelijen negara untuk menghentikan serangan terorisme berikut. Para anggota tim berjanji untuk melakukan reformasi yang didukung dengan suara bulat tersebut sebagai isu dalam pemilihan presiden tahun ini. Komisi yang terdiri atas lima wakil Partai Republik dan lima Demokrat itu, Kamis lalu mengumumkan temuan-temuan penyidikan selama 20 bulan mengenai serangan teroris yang menelan paling banyak korban dalam sejarah AS. Sambil menyebutkan kegagalan dua pemerintahan, laporan itu menyerukan pembentukan pusat kontraterorisme nasional yang dipimpin oleh pejabat setingkat menteri, untuk memusatkan upaya-upaya intelijen. ''Jika reformasi tersebut bukan langkah terbaik yang bisa dilakukan bagi rakyat Amerika, Kongres dan presiden perlu mengatakan tindakan apa yang lebih baik,'' kata anggota komisi James Thompson (Republik), mantan Gubernur Illinois, dalam konferensi pers. ''Namun jika tidak ada langkah yang lebih baik, mereka harus segera melaksanakan reformasi itu. Sebab, bila situasi buruk terjadi selagi rekomendasi ini masih didiamkan, rakyat Amerika akan segera menuntut tanggung jawab politik atas kegagalan tersebut,'' katanya. Tanggapan Skeptis Gagasan tentang direktur intelijen nasional baru yang punya otoritas membuat anggaran sendiri dan wewenang untuk mengawasi 15 badan intelijen itu mendapat tanggapan skeptis di Kongres. Sebagian wakil rakyat mencemaskan bahwa jabatan itu akan menciptakan lebih banyak birokrasi dan memolitisasi urusan mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen. Kendati demikian, anggota komisi Jamie Gorelick (Demokrat) mengatakan dia yakin serangan kamikaze 11/9 2001 menunjukan ''momen menggemparkan'' dalam sejarah yang menimbulkan perubahan-perubahan drastis. Aksi tersebut menewaskan hampir 3.000 orang ketika 19 warga Arab membajak pesawat penumpang dan menabrakkannya ke menara kembar World Trade Center di New York, gedung Pentagon, dan satu lagi jatuh di daerah Pennsylvania. Ketua DPR AS Dennis Hastert, wakil Republik dari Illinois, meragukan bahwa para wakil rakyat akan punya waktu untuk mempertimbangkan pemeriksaan intelijen menyeluruh tahun ini. Namun berbagai upaya mulai dilakukan di DPR dan Senat untuk membangun koalisi dua partai guna mendukung usulan komisi penyidik 11/9. (rtr-ben-46) |