logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 INTERNASIONAL
Line

KA Terguling 36 Orang Tewas

PAMUKOVA - Tim penyelamat Turki dengan bantuan anjing pelacak memeriksa reruntuk kereta api Jumat kemarin, setelah KA cepat tersebut tergelincir dari rel. Kecelakaan tersebut menewaskan 36 orang dan melukai 81 lainnya.

Koran-koran dan serikat buruh menyalahkan pemerintah atas kecelakaan KA, Kamis lalu itu. Mereka mengatakan, pemerintah telah mengabaikan peringatan keselamatan oleh para pakar tentang layanan KA cepat baru tersebut, yang menghubungkan Istanbul - pusat bisnis - dan ibu kota Ankara.

"Pembunuhan berantai", demikian judul headline koran Hurriyet yang bertiras besar. Televisi CNN Turki melaporkan, tiga kru KA tersebut ditahan untuk diperiksa.

KA cepat baru tersebut, yang diluncurkan kali pertama oleh PM Tayyip Erdogan di tengah pawai yang riuh bulan lalu, merupakan bagian dari modernisasi besar-besaran jaringan rel yang usang.

Menyoroti kemarahan masyarakat, seorang wanita yang kehilangan suaminya dalam kecelakaan KA tersebut berteriak: "KA ini seharusnya tidak dijalankan!". Wanita tersebut meneriakkan kata-kata itu kepada Erdogan ketika dia berkunjung ke tempat kejadian, Kamis malam.

Beberapa koran menerbitkan kembali gambar-gambar Erdogan yang mengenakan topi penjaga rel meluncurkan untuk kali pertama KA tersebut pada 4 Juni.

Kesalahan Teknis

Pejabat setempat mengatakan, kecelakaan tersebut mungkin disebabkan oleh kesalahan teknis. Namun media juga memusatkan perhatian pada keadaan jaringan yang bobrok. Mereka mengatakan, jalur KA tersebut telah berumur lebih dari 100 tahun.

Para penumpang mengatakan, KA tersebut melaju cepat pada saat kecelakaan terjadi. Kecepatan KA lebih dari 80 kilometer per jam, kata pejabat setempat Kamis malam.

Gerbong KA terguling di samping rel pada pagi yang cerah di dekat kota Pamukova, daerah pegunungan Turki baratlaut.

Para anggota wajib militer membantu petugas penyelamat membersihkan puing-puing, dan truk derek mengangkat gerbong-gerbong tersebut.

Banyak anak dan empat warga asing - dua warga Jerman dan dua Yordania - ikut menjadi korban tewas, lapor televisi CNN.

Fehmi Kutan, ketua Serikat Pekerja Transportasi Turki, menuduh pihak berwenang mengabaikan peraturan keselamatan dasar. Dia juga mengatakan, bagian-bagian jalur yang rusak tersebut telah dihilangkan sebelum penyidikan dilakukan.

"Orang yang bertanggung jawab atas bencana ini adalah PM, Menteri Transportasi, dan manajemen rel KA," katanya.

Ketika ditanya apakah ada pejabat yang akan mengundurkan diri, Wakil PM Abdullatif Sener mengatakan: "Terlalu dini untuk berkomentar. Saya tidak ingin berprasangka mendahului penyidikan tersebut."

Seperti dikutip Hurriyet, Aydin Erel - pakar teknik sipil - mengatakan telah memperingatkan 15 hari lalu bahwa KA tersebut tidak aman. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA