| Sabtu, 24 Juli 2004 | BANYUMAS |
Mikrobus Terguling, Dua TewasBANYUMAS - Niat Dartem (44), penjual dage asal Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, untuk menjajakan dagangan di Pasar Kroya, Kamis (22/7), tinggal niat. Sebab, mikrobus Putra Gandas R-2733-CA yang dia tumpangi, kemarin sekitar pukul 05.30, terguling di tikungan tajam Dusun Cemuris, Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen. Sebelum terguling, mikrobus itu oleng dan menghantam besi baja di tepi jalan. Kendaraan dengan enam penumpang, termasuk Dartem, itu akhirnya terguling. Rupanya saat kendaraan oleng, Dartem hendak melompat. Namun dia diadang Saring (30), kernet mikrobus asal Desa Krandegan, Kecamatan Kebasen. Karena mikrobus terguling, Dartem dan kernet terlempar keluar. Kendaraan yang terguling itu tetap melaju hingga sekitar 60 m. Dartem yang tertindih mikrobus terseret sehingga kepala dan tubuhnya nyaris remuk. Adapun kaki Saring tertindih sehingga nyaris putus. Dalam kecelakaan itu, Vera (17) asal Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, juga tewas. Pelajar SMK Mpu Tantular, Buntu, itu terjepit kendaraan yang terguling ke kiri jalan. Adapun sopir, Sardi (35) warga Desa Kaliwedi, Kecamatan Kebasen, terluka. Tetap Melaju Aparat Polsek Kemranjen dan Pos Lantas Buntu yang menerima laporan segera meluncur ke tempat kejadian. Korban luka dan tewas dibawa ke RSU Banyumas. Kapolres Banyumas AKBP Drs Erwin Triwanto, didampingi Kasat Lantas AKP Nurhandoko dan Kapolsek Kemranjen Iptu Isfa Indarto SH, menduga kecelakaan terjadi karena saat meluncur dari utara memasuki tikungan tajam yang menurun di Dusun Cemuris kecepatan kendaraan tak berkurang. Salah satu ban mikrobus yang melaju itu keluar dari badan jalan. Padahal, tinggi permukaan badan jalan terpaut 25 cm dari tepian jalan. Tak ayal, mikrobus pun terguling dan menghantam besi pengaman di pinggir jalan. Tikungan tajam di Dusun Cemuris, kata Kasat Lantas, memang berbahaya. Bila pengendara tak hati-hati bisa terperosok dan kendaraan pun terguling. (in,G23-86) |