| Sabtu, 24 Juli 2004 | BANYUMAS |
Sambut Presiden, Pemkab Utang Rp 500 Juta
PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas terpaksa utang sekitar Rp 500 juta untuk persiapan menyambut Presiden Megawati Soekarnoputri, 28 Juli, di alun-alun Purwokerto. ''Karena dana cadangan menipis, kami terpaksa utang sekitar Rp 500 juta,'' kata Bupati Banyumas HM Aris Setiono, kemarin. Dia mengemukakan dalam APBD 2004 dana tak tersangka tinggal sekitar Rp 1, 2 miliar. Setelah digunakan mengatasi dampak bencana alam tinggal Rp 800 juta. Anggaran untuk mengatasi kebakaran Pasar Wage sekitar Rp 200 juta. Sisanya antara lain untuk persiapan menyambut Presiden pada 4 Juli yang gagal. ''Untuk persiapan menghadapi kunjungan kerja Presiden beberapa waktu lalu kami mendapat bantuan sekitar Rp 300 juta dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Namun untuk kunjungan 28 Juli kami harus menalangi. Karena dana cadangan menipis, ya kami cari pinjaman,'' katanya. Pinjam ke mana? ''Yang penting ada yang meminjami. Masa harus dijelaskan,'' sahut Aris. Pada 4 Juli sedianya Presiden memberikan bantaun secara simbolis ke kalangan pedagang dan usaha kecil menengah serta temu wicara dengan kalangan petani, nelayan, dan komponen masyarakat lain. Presiden juga akan menyerahkan beragam bantuan ke 10 kabupaten di Jateng dan DIY. Di Banyumas, Mega akan menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran Pasar Wage 2 Mei Rp 1 miliar dan pengucuran kredit lunak tampa agunan Rp 1 miliar. Untuk menyambut Presiden dulu panitia dikabarkan menghabiskan sekitar Rp 780 juta. Kerahkan Massa Seperti pada 4 Juli, Rabu (28/7), Bupati Banyumas akan mengerahkan massa untuk menyambut Kepala Negara. ''Seperti sebelumnya, kali ini Ibu Mega harus disambut dengan meriah. Para camat, kepala desa, dan lurah saya minta mengerahkan massa. Paling tidak satu desa/kelurahan mengerahkan 100 orang,'' katanya. Tidak khawatir pengerahan massa itu dianggap kampanye terselubung? Sebab, meski datang sebagai presiden, Megawati adalah salah satu calon presiden yang lolos ke putaran kedua pemilihan presiden. Aris menyatakan tak berpikir ke hal-hal bersifat politik. ''Saya bupati. Jadi kedatangan Megawati berkait dengan urusan pemerintahan, tak bersangkut paut dengan politik. Urusan kampanye atau politik itu adalah urusan partai atau tim kampanye. Urusan saya berkait dengan pemerintahan. Kedatangan Ibu Mega ke Banyumas adalah urusan pemerintahan, bukan partai atau calon presiden,'' kata dia.(G22, G23-86) |