logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 24 Juli 2004 BANYUMAS
Line

Pembenahan PPSC Butuh Dana Rp 70 Miliar

CILACAP- Untuk mencegah pendangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC), bangunan break water untuk menahan gelombang dan pasir laut harus diperpanjang. pemecah gelombang di sisi utara pintu masuk PPSC harus diperpanjang sekitar 117 m, sehingga panjang keseluruhan menjadi 417 m.

Adapun bangunan penahan pasir laut di sisi selatan pintu masuk PPSC harus diperpanjang sekitar 517 m. Jadi panjang bangunan itu menjadi 717 m.

''Untuk membiayai pembangunan itu butuh dana Rp 70 miliar. Sebab, panjang keseluruhan bangunan harus dibuat menjadi 634 m,'' kata Kepala PPSC Ir A Bambang Sutejo, kemarin.

Dia menuturkan untuk memperpanjang bangunan itu perlu analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Kini amdal sedang disusun. Tidak hanya itu, PPSC juga telah menyosialisasikan rencana proyek itu.

Proyek itu, kata dia, harus dilengkapi amdal karena panjang bangunan pemecah gelombang yang akan dibangun lebih dari 200 m. Pengajuan amdal juga tak hanya cukup ke pemerintah daerah, tetapi juga sampai ke pusat. Sebab, PPSC merupakan pelabuhan samudra.

Amdal yang sedang disusun tidak hanya untuk pembangunan pemecah gelombang, tetapi juga kolam pelabuhan. Di PPSC perlu dibuat kolam baru karena kolam lama tak dapat lagi menampung kapal ikan, terutama berbobot mati antara 20 grosston (GT) dan 30 GT lebih.

Dia mengemukakan biaya proyek itu sekitar Rp 70 miliar. Namun menurut pendapat konsultan, itu belum termasuk biaya untuk mengantisipasi kenaikan upah minimum dan kenaikan bahan bangunan, terutama besi beton sampai 200%. Jadi, menurut keterangan konsultan, keseluruhan biaya yang diperlukan Rp 100 miliar.

Untuk mendapat dana sebesar itu, dia akan mencari bantuan dana ke Pemerintah Jepang. Namun berhasil atau tidak tergantung pada kebijakan pemerintahan baru kelak.

Sebelum proyek itu terwujud, kata dia, PPSC kini melakukan penanganan jangka pendek, yaitu mengeruk dengan dana Rp 1 miliar lebih.

''Pengerukan saat ini terganggu cuaca. Sebab, sekarang memasuki musim angin timur. Gelombang laut di Samudra Indonesia cukup besar. Terbukti, besi penyangga kapal keruk patah disapu gelombang besar,'' katanya.(ag-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA