| Sabtu, 24 Juli 2004 | BANYUMAS |
Angkudes Terjun ke Jurang 16 Meter
PURBALINGGA- Sebuah angkutan pedesaan R-1956-C terjun ke jurang berkedalaman 16 m, kemarin. Akibat kecelakaan tunggal di Desa Karangasem, Kecamatan Kertanegara, itu sopir angkudes tewas seketika dan delapan penumpang luka ringan. Kecelakaan terjadi karena angkudes tak kuat saat melewati tanjakan, sehingga mundur dan masuk ke jurang. Sejumlah saksi mata menuturkan angkudes yang disopiri Ahmad Ngabidin (35), warga RT 3 RW 1 Desa Kasih, Kecamatan Kertanegara, itu membawa sekitar 30 penumpang. Lima belas duduk di atas kap mobil dan bergelantungan di pintu. Hampir semua penumpang anak-anak warga Desa Langkap yang hendak ke sekolah. ''Saat hendak menaiki tanjakan beberapa anak minta turun karena takut angkudes tak sampai ke atas. Namun sopir melarang. Katanya, tidak apa-apa. Ternyata angkudes tak kuat. Sopir terlambat waktu mau pindah dari gigi dua ke gigi satu, sehingga mobil mundur,'' kata Lutfi (17), warga desa itu. Mengetahui angkudes mundur, beberapa pelajar di atap dan berdiri di pintu berloncatan. Sementara itu, pelajar di dalam angkudes menjerit-jerit ketakutan. Mungkin karena panik, sopir membanting kemudi ke kiri ke arah jurang sehingga kendaraan meluncur ke bawah. Jungkir Balik Angkudes membentur dua pohon kelapa, jungkir balik sekali, dan kandas di dasar jurang anak Kali Lideng. Sopir tewas seketika. Lehernya patah dan kepala pecah akibat tergencet pintu kendaraan. Anehnya, semua penumpang selamat dan hanya lecet, termasuk dua penumpang di samping sopir. Begitu mendapat laporan Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Suryono, Kaur Binops Iptu Suprihatin, dan sejumlah anggota Unit Laka meluncur ke tempat kejadian. Suryono mengemukakan penumpang angkudes itu tak sebanyak yang diceritakan warga. ''Penumpang hanya 20 orang. Di atas lima orang, sedangkan dalam 15 orang termasuk sopir,'' katanya. Kedelapan penumpang yang luka ringan dan dirawat di RSUD adalah warga Desa Langkap. Mereka adalah Leman (12), Nurjanah (12), Abdul Gani (12), Ali Fauzan (12), Marningsih (18), Asti (12), Budi Pratama (15), dan Eva (12). Mereka pelajar yang hendak ke sekolah. Sebagian sudah diizinkan pulang setelah dijemput orang tua mereka. ''Kecelakaan disebabkan keteledoran pengemudi, selain karena penumpang berlebihan. Jalan menanjak dengan kemiringan hampir 30 derajat, aspal berlubang-lubang, dan batu-batu kecil bertebaran di jalan membuat sopir tak mampu mengendalikan mobil,'' kata Suryono. (F10-86) |