logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 PEMILU 2004
Line

Hasyim Sebut Tiga Kriteria Menteri

SEMARANG- Meski tidak bersedia mengumumkan kabinet bayangan, namun cawapres pasangan Megawati Soekarnoputri, KH Hasyim Muzadi menyebutkan sejumlah kriteria. Dia menyebut ada tiga kriteria yang harus melekat pada seseorang untuk layak duduk dalam jajaran kabinet, yakni loyal, cakap, dan bersih.

Soal kapan nama-nama menteri yang dianggap memenuhi ketiga kriteria itu diumumkan, dia menyatakan setelah resmi dinyatakan sebagai pemenang. ''Kalau belum apa-apa sudah diumumkan, kasihan kalau tidak jadi,'' kata Hasyim di sela-sela berkunjung ke kantor redaksi Suara Merdeka Jl Kaligawe KM5 Semarang, Selasa (20/7).

Ketika bertemu dengan jajaran redaksi dan manajemen Suara Merdeka di ruang sidang lantai II, Hasyim menyatakan, sikapnya dalam menempatkan figur yang akan duduk dalam kabinet, sebagai hal yang penting dan tak lepas dari alasan dirinya memilih Mega sebagai capres pasangannya. Menurut dia, kelemahan-kelamahan yang ada pada eksekutif tidak selalu karena faktor leadership, tapi juga sistemik. Dengan adanya multipartai, maka kabinet menjadi pelangi, sehingga menteri bisa berloyalitas ganda. ''Ini semuanya mengakibatkan sebuah pemikiran bahwa harus ada perbaikan sistemik yang melahirkan leadership yang baik. Seorang menteri harus loyal, cakap, dan bersih,'' kata dia.

Adapun alasan lainnya kenapa Ketua Umum nonaktif PBNU itu memilih Mega karena umat yang berada pada lintas paling bawah (grass root) adalah kaum nahdliyin dan marhaen. Selain itu, proses reformasi harus tetap berpijak pada civil society. Karena itu, tidak boleh lagi kembali pada birokratisasi masyarakat. ''Nah, oleh karenanya saya lebih memilih yang sipil.''

Hasil Pilpres

Dalam kunjungannya di Suara Merdeka, Hasyim juga mengungkapkan sekilas tentang hasil pilpres putaran pertama. Dia menggambarkan putaran pertama tersebut belum mencerminkan polarisasi makro di dalam kepentingan persaingan.

Dia mengakui, pilpres putaran pertama telah membuat suara NU terbelah, namun tidak demikian dengan umatnya. Hal itu berkaitan dengan dua pengurus PBNU yang maju menjadi calon wakil presiden, yakni dirinya dan Salahuddin Wahid yang tak lain adalah adik kandung Gus Dur. ''Ini juga membuat NU seperti lari balapan karung, tidak bisa cepat karena pakai sarung karung.''

Soal waktu, dia juga menilai terlalu mepet antara dirinya yang menandatangani kesepakatan dan Megawati, yakni pada 6 Mei yang dilanjutkan proses administrasi sampai 17 Mei, sampai saat dimulainya masa kampanye, 1 Juni. Waktu yang tersisa hanya 13 hari dianggap mepet, sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan sinkronisasi gerakan struktural ke bawah.

''Maka menurut saya dengan tidak mengomentari (calon) yang lain, hasil yang dicapai pasangan Mega-Hasyim sudah pantas. Ini kalau mau melihat diri secara objektif berdasarkan kapasitas dan kemampuan serta waktu yang tersedia,'' papar dia. (G7-83)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA