| Kamis, 22 Juli 2004 | NASIONAL |
SOSOKIkut Festival di Belanda
PENGGEBUK drum asal Semarang, Innisisri (53), diundang mengikuti Festival Mundial di Belanda pada 15 September hingga 26 Oktober mendatang. Selama di Negeri Kincir Angin, dia bersama kelompoknya, Kahanan, akan berkeliling ke 15 kota di Belanda dan Belgia. ''Ini kali kedua saya diundang pihak Mundial. Yang pertama pada 2001,'' kata personel Sirkus Barock itu kepada Suara Merdeka, kemarin. Bersama grupnya, drummer yang mengenal musik secara autodidak ini akan mengusung jenis world music. Jenis musik yang memasukkan unsur-unsur etnik itu, lanjut dia, sedang digemari di dunia. Penggemar drummer kelompok Led Zeppelin, Jon Bonham (almarhum) dan Neil Part (Rush) ini telah menjadikan musik sebagai jalan hidupnya. Ikut festival di luar negeri pun sudah bukan barang baru baginya. Pada 1995, dia memamerkan keahlian menggebuk drum dan perkusinya di Jepang. Pada 1995 dan 1997 mendapat undangan unjuk keterampilan di Australia. ''Saya tak bisa melupakan Semarang, karena kota ini penuh dengan kenangan pahit dan manis. Meski sudah tinggal di Jakarta sejak 1975, kalau ada waktu senggang saya menyempatkan diri pulang ke kota asal,'' tutur dia yang beristrikan orang AS dan kini tinggal di Perumahan Depok Mulia ini. Ketika masih remaja, dia pernah membentuk Spider Band. Begitu pindah ke Jakarta, pemilik kumis tebal ini bergabung dengan Sawung Jabo dengan membentuk Sirkus Barock pada 1982. Kariernya kemudian melejit bersama Swami bareng Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel dan Nanu. Antara 1990 dan 1992, kelompok ini menghasilkan dua album dengan dua hit, Bento dan Bongkar. Innisisri lalu ikut dalam proyek Kantata bersama Setiawan Djodi. Grup yang juga diperkuat Sawung Jabo dan Iwan Fals ini menghasilkan album Takwa, Samsara dan Revolvere. ''Saya juga terlibat langsung dalam pembuatan album Iwan Fals bertajuk Suara Hati,'' ungkap lulusan SMA 2 Semarang ini. (Edi Indarto-59k) |