| Kamis, 22 Juli 2004 | NASIONAL |
Sisi Lain Pria-pria Metroseksual (3)''Saya Tidak Pernah Spa dan Pedi (cure)''
TAK cuma Danny Kurniawan dan Wahyu Budiadi yang terbengong-bengong dengan stempel nominator Semarang Metrosexual Icon (SMI). Pelekatan simbol metroseksual oleh tim yang digagas MarkPlus pun dirasakan oleh Kukrit Suryo Wicaksono terkesan tiba-tiba. Tak merasa segaris dengan kriteria pria metroseksual yang selama ini dipahaminya, dia terus terang cukup canggung. Apalagi sehari-harinya Direktur Suara Merdeka Group ini lebih menyukai pola hidup yang serba simpel. "Jujur, saya malah tidak pernah spa, mani (cure), atau pedi (cure). Kalau cuma nganter istri saja, saya sih sering. Percaya atau nggak, saya creambath terakhir lima tahun yang lalu," tutur suami Susan Sanger ini blak-blakan. Ritual merawat tubuh selama ini hanya bergantung pada olahraga dan rutinitasnya meminum air madu, pagi dan sore. Nyaris, sebagian besar waktu luangnya lebih dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran. Soal tenis yang biasa dilakukannya empat kali seminggu, bapak dua anak dari Gavra (3,5) dan Gasca (7 bulan) ini mengaku gandrung. "Kebetulan saya tipe orang yang tidak suka bermanja-manja (bersolek). Daripada banyak waktu terbuang, lebih baik olahraga atau melakukan hal yang berguna," timpalnya. Satu benang merah; penampilan menarik, dia setuju. Tapi tentu saja tak lantas mengartikan penampilan dengan kecondongan gaya hidup yang disebutnya kemayu. Paling tidak, katanya, untuk maksud menghargai orang, penampilan rapi dan bersahaja punya andil cukup besar. "Bayangkan, jika saya harus menemui orang dengan tampil acak-acakan. Barangkali dia akan tersinggung karena merasa tidak dihargai," imbuhnya. Tentang sisi kemayu (pesolek), ada hal lucu yang dialaminya. Selama ini penyuka sepatu merek Caesar Paccioti itu lebih dikenal sebagai pria yang simpel dengan penampilan. Asal rapi, ritual khas simbol metroseksual kebanyakan, sering diabaikannya. Dia bahkan dikenal ulung menggoda teman-temannya yang agak kemayu. Kejadiannya sontak berubah. Begitu masuk nominasi, SMS pun mengalir berisi ledekan balik ke (ponsel) Ericssonnya. Meski sejatinya pemahaman metroseksual amat kompleks, beberapa simbol metroseksual yang 'tercipta' tampaknya memang identik dengan pria-pria pemburu merek dan perawatan. Sebut saja nama-nama mendunia seperti Brad Pitt, Ricky Martin, atau David Beckham. Di negeri sendiri, simbol metroseksual lekat pada Primus, Ari Wibowo, dan Indra L Brugmann. Barangkali, satu yang agak melegakan, munculnya nama Bill Clinton. Mantan presiden yang sempat diguncang skandal selingkuh tersebut dinilai mewakili kalangan beraliran serius. Yang menggelitik, beberapa ikon ternyata sangat dekat dengan isu-isu semacam yang dialami Clinton. Asumsinya, simbol metroseksual yang wangi cenderung didekati perempuan. Untuk yang satu ini, Kukrit buru-buru membantah. "Itu tergantung watak ya. Bagi saya, memulai segala sesuatu di keluarga dengan enak, pengaruhnya di kantor suasana jadi enak. Tapi kalau di rumah sudah nggak enak, di kantor pun jadi uring-uringan," ujarnya. Bagi pria yang mengaku tak fanatik terhadap merek ini, keharmonisan keluarga sangat penting. Itu sebabnya, dia lebih memandang sosok Ferdi Hasan sebagai sosok metroseksual yang ideal. Selain tak macam-macam, Ferdi selama ini sangat sepi gosip. Yang akan berpartisipasi, bisa mengirimkan dukungan dengan SMS, ketik SMI spasi Kukrit ke nomor 0852-250-14079. (Renjani ps-58t) | ||||