logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 NASIONAL
Line

Presiden Harus Lindungi Arsitek

SEMARANG - Kalangan arsitek berharap Presiden mendatang dapat berupaya agar kalangan arsitek di tanah air bisa tetap eksis dalam era globalisasi. Upaya yang bisa dilakukan adalah menyusun peraturan-peraturan tentang kriteria arsitek yang berpraktik di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng Ir Widya Wijayanti MPH MURP IAI, semalam, di sela-sela acara sarasehan dan pelantikan pengurus IAI Jateng periode 2004-2007 di Hotel Grasia Jalan S Parman Semarang. Menurutnya, dalam era globalisasi, bukan tidak mungkin banyak arsitek asing masuk ke Indonesia.

Untuk melakukan perlindungan kepada para arsiteknya, pemerintah di kedua negara itu membuat peraturan yang mengharuskan arsitek asing bisa berbahasa nasional. Hal itulah yang menurutnya perlu ditiru oleh Indonesia. Pemerintah di negara ini bisa membuat peraturan, agar para arsitek asing itu bermitra dengan arsitek lokal, dan bisa berbahasa Indonesia.

Sementara itu dalam kepengurusan IAI Jateng periode 2004-2007, duduk sebagai Dewan Pembina adalah Prof Ir Eko Budiharjo MSc, Ir Wiranto MSA, Ir Soewito, Ir AMS Darmawan MBIdg IAI, Ir Dhodit LAW MM IAI, Prof Dr Sugiono Soetomo DEA, dan Ir Totok Roesmanto MEng.

Ketua Kehormatan IAI Jateng dijabat Ir Gurun Setiadi MM IAI. Ketua IAI Jateng dijabat Ir Widya Wijayanti MPH MURP IAI, Wakil Ketua I Ir Johnny Hendrawan MM IAI, Wakil Ketua II Ir Ayub Listnadi S MSc, Sekretaris I Ir Sotomo MT IAI, Sekretaris II Ir Sri Hartuti Wahyuningsih IAI, Bendahara I Ir Dewy Julianingsih S MT IAI, dan Bendahara II Ir Sarwitri Sari. (G6-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA