logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 NASIONAL
Line

Membangun Jembatan Budaya

BUKAN Sawung Jabo jika tidak mampu bersiasat. Sebagai seorang seniman yang telah makan asam garam dunia pertunjukan, Jabo, demikian dia biasa disapa, memang lihai menunjukkan penguasaannya di atas panggung. Hal ini paling tidak ditunjukkannya ketika hendak merepresentasikan "The Saga of Sawung Galing", sebuah proyek pertunjukan kola-borasi seni kontemporer antara seniman Indonesia dan Australia di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta (19/7).

Dia memaparkan pertunjukan rencananya akan dipentaskan di Yogyakarta, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, dan Bandung 4-20 September 2004 ini. Namun sistem komputerisasi perangkat lunaknya ternyata tidak nyambung dengan sistem komputerisasi ruang Kementerian, sehingga tak ayal laki-laki yang lebih kerap tinggal di Sydney, Australia itu memohon maaf kepada wartawan. "Tidak ada kata yang lebih pantas selain maaf," kata Jabo.

Kekecewaan pun sempat mampir diparas Menteri Kebudayaan dan pariwisata I Gede Ardika dan Duta Besar Australia untuk Indonesia David Ritchie. Namun seketika itu juga, suami Suzan Piper ini langsung meraih mikrofon dan mulai mengambil inisiatif memaparkan konsep pertunjukannya dengan pola question and answer.

Pementasan yang melibatkan 17 seniman dan empat di antaranya dari Negeri Kanguru itu rencananya akan dipentaskan di Kompleks Gedung Teater Sidetrack di Addison Road Center, Sydney Australia.

"Saya hanya berikhtiar membangun sebuah jembatan budaya antara kedua negara," kata Jabo yang bertindak sebagai music director, mendampingi Don Mamouney, performance director. (Benny Benke-83)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA