| Kamis, 22 Juli 2004 | SEMARANG |
Lapangan Pucanggading Tidak untuk Perumahan EliteMRANGGEN - Pengurukan lapangan di Perumahan Pucanggading, Mranggen, Demak, yang kini masih berlangsung bukan untuk perumahan elite. Namun, pengurukan itu untuk meninggikan tanah lapangan yang sering tergenang air sekaligus untuk penataan lingkungan sekitarnya. Hal itu ditegaskan Ketua Panitia Penataan Kios PKL dan Lapangan Sepakbola Pucanggading Yoyok Suyadi, kemarin. ''Pada musim hujan lapangan itu sering tergenang. Bahkan, genangan air pernah mencapai 30 cm. Pernah kami gagal menjadi tuan rumah sebuah kompetisi sepak bola gara-gara air menggenangi lapangan hingga setinggi lutut,'' jelas Yoyok yang juga Ketua Lembaga Pendidikan Sepak Bola (LPSB) PUMA Pucanggading. Pengurukan lapangan itu menjadi satu paket dengan rencana penataan kawasan lapangan sepak bola. Lebih-lebih di tepi lapangan (nama sebenarnya adalah Lapangan Olahraga TVRI Pucanggading-Red) itu berdiri tenda-tenda PKL yang tidak tertata rapi, sehingga mengganggu pemandangan dan lingkungan. ''Setelah mendapat mandat dari Pak Lurah dan Badan Perwakilan Desa (BPD), kami melakukan penataan. Selain meninggikan tanah lapangan, kami juga membuat saluran air di sekeliling lapangan dan menata sekitar 30 PKL yang selama ini memiliki tenda dasaran di pinggir lapangan.'' Dia yang didampingi sekretaris panitia penataan kawasan lapangan Drs Sukardi dan Sekretaris LPSB PUMA Hamami menjelaskan, penataan PKL di kawasan itu akan disamakan dengan di Lapangan Citarum dan Halmahera Semarang. Tenda-tenda PKL yang tertata rapi di sekeliling sekaligus menjadi pagar lapangan. ''Jadi tidak benar pengurukan yang kami lakukan sejak 26 Juni itu untuk membangun perumahan elite,'' tandasnya. Seperti diberitakan (Suara Merdeka, 20/7), pengurukan Lapangan Sepak Bola Pucanggading menyebabkan sebagian warga di sekitarnya resah. Mereka khawatir lapangan itu akan dipetak-petak untuk kios yang akan dijual dengan harga tinggi bahkan untuk perumahan elite. Warga juga khawatir akan kehilangan ruang publik. Empat Bulan Lebih jauh Yoyok Suyadi menegaskan, penataan kawasan tersebut ditargetkan selesai empat bulan ke depan. Biayanya, sebagian dari bantuan masyarakat peduli lingkungan dan olahraga serta kalangan PKL di kawasan tersebut. ''Biaya pengurukan sekitar Rp 30 juta. Dana itu sekaligus untuk penghijauan di sebelah barat lapangan dan pengerjaan di dalam lapangan. Adapun pembuatan got atau saluran di sekeliling lapangan sekitar Rp 15 juta,'' jelasnya. Panitia penataan kawasan akan membangun sekitar 70 kios PKL. Satu unit untuk Sekretariat LPSB PUMA Pucanggading, satu kios lagi akan dikosongkan karena dijadikan pintu masuk. ''Setiap kios kami tawarkan Rp 6 juta. Pedagang lama membayar dengan cara diangsur, sedangkan pedagang baru membayar kontan.'' (D6-84e) |