| Kamis, 22 Juli 2004 | SEMARANG |
Lahan Kritis di Jateng 428.687 HektareKENDAL- Cakupan luas lahan kritis di Provinsi Jateng, dikategorikan mengkhawatirkan. Menurut data Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali Jratun Pemprov Jateng, akibat pengelolaan alam yang salah, saat ini di daerahnya terdapat 428.687 hektare lahan kritis. ''Dari cakupan luas lahan kritis tersebut, seluas 238.170 hektare lahan berada di luar kawasan hutan. Sisanya, atau seluas 190.517 hektare, berada di kawasan hutan yang sebagian besar dikelola Perum Perhutani,'' kata Kepala Balai Pengelolaan DAS Pemali Jratun Sutrisno, ketika berkunjung di Kendal, kemarin. Sutrisno bersama rombongan menyempatkan singgah di Sekretariat Pemkab Kendal. Saat itu, dia sedang melaksanakan tugas pemetaan lahan kritis di sejumlah wilayah kabupaten di pantura. Menurut dia, kerusakan lahan itu, disebabkan beragam faktor. Untuk kerusakan lahan di kawasan hutan disebabkan aksi penjarahan atau penebangan pohon. Namun demikian, faktor itu juga berpengaruh terhadap kerusakan lahan di luar kawasan hutan. ''Ratusan ribu lahan kritis itu tersebar di 19 wilayah kabupaten di Jateng. Antara lain Kabupaten/Kota Pekalongan, Brebes, Tegal, Pati, Pemalang, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang/Kota Semarang, Jepara, Rembang, Kudus, Grobogan, Blora, Demak, dan Kudus.'' Salah satu upaya efektif untuk mengatasi permasalah itu adalah dengan reboisasi atau penanaman tanaman hutan kembali. (G15-84) |