| Kamis, 22 Juli 2004 | SEMARANG |
Dua Penderita Difteri Diisolasi
GROBOGAN - Dua orang yang diduga mengidap penyakit difteri diisolasi di RSUD Purwodadi, Grobogan. Mereka terpaksa masuk ruang isolasi karena penyakit tersebut mudah menular ke orang lain, baik melalui udara maupun kontak langsung. Adapun kedua orang tersebut, Indah P (15), warga Purwodadi, dan Sri M (25), warga Godan, Tawangharjo. Dengan demikian, sejak periode Januari-Juli 2004 ini tercatat sebanyak 6 orang menderita difteri. Sebanyak 2 penderita dari Kecamatan Pulokulon, serta dari Kradenan, Wirosari, Tawangharjo, dan Purwodadi masing-masing seorang penderita. ''Bila ada seorang diketahui positif terkena difteri itu sudah dianggap kejadian luar biasa,'' kata Kasubdin Pemberantasan Penyakit Menular DKKS Pemkab Grobogan, dr Johari Angkasa, kemarin. Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, 7 orang keluarga penderita juga diperiksa. Dengan demikian diharapkan penyakitnya tidak menyebar. ''Gejala orang yang terkena penyakit adalah panas, rongga mulut berwarna putih, untuk menelan sakit. Apabila sudah parah maka leher penderita membengkak,'' kataKasi Pengamatan Penyakit dan Pemberantasan Penyakit Menular Langsung DKKS Pemkab Grobogan N Budiwasito, kemarin. Menurut dia, penyakit difteri disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae yaitu bakteri gram-positif yang mengeluarkan toksin (racun) yang bisa menimbulkan gejala lokal maupun umum. Bakteri disebarkan melalui batuk, bersin. dan bicara. Jika sudah masuk ke hidung atau mulut, maka bakteri akan diisolasi di selaput lendir saluran nafas atas. "Selama masa inkubasi yaitu 1-10 hari, bakteri akan mengeluarkan toksin yang menyebabkan nekrosis (kematian sel) pada jaringan sekitar." Ditambahkannya, meskipun penyakit yang disebabkan bakteri difteri itu bisa mengakibatkan kematian. Namun, sekarang ini sudah ada obatnya. Bahkan, dari semua penderita yang tercatat di Dinas tersebut, setelah mendapatkan pengobatan secara intensif, dan akhirnya sembuh. (H3-84) |