| Kamis, 22 Juli 2004 | SEMARANG |
Batan Hasilkan Varietas Unggul lewat Teknik RadiasiSEMARANG- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menepis kekhawatiran masyarakat terhadap bahaya radiasi nuklir. Melalui teknologi radiasi dan iradiasi, baru-baru ini, Batan mampu menghasilkan sejumlah varietas padi, kedelai, dan sapi unggulan. Ketua Batan Dr Soedyartomo Soentono menegaskan, saat ini penemuan teknologi nuklir sudah jauh lebih maju dibandingkan dekade 1980-an. Menurut Soedyartomo, kebocoran reaktor nuklir Chernobyl Ukraina tidak dapat dijadikan alasan untuk anti-pati terhadap teknologi nuklir. ''Sudah banyak penemuan di bidang nuklir yang membawa dampak positif bagi manusia,''ungkapnya di sela-sela seminar nasional "Pengembangan dan Optimasi Energi untuk Menunjang Pembangunan Berkelanjutan", Rabu (21/7). Beberapa jenis padi dan kedelai unggulan, kata dia, dihasilkan berkat teknologi radiasi. Beberapa varietas padi yang dipamerkan Batan antara lain bernama Woyla, Meraoke, Kahayan, Winongo, dan Diah Suci. Khusus varietas Diah Suci, kata dia, merupakan salah satu galur mutan harapan yang dilepas sebagai varietas unggul baru pertengahan tahun lalu. Adapun keunggulan varietas tersebut, menurut Soedyartomo, varietas padi unggul memiliki daya hasil, umur, dan ketahanan hama yang lebih tinggi daripada varietas induknya. ''Varietas baru itu dihasilkan dari kombinasi penyilangan antara padi IR-64 dan IR-74 dengan padi hasil mutasi radiasi Batan yakni Atomita-2, Atomita-3, Atomita-4, dan Cilosari,''lanjutnya. Mengapa varietas IR-64 dan IR-74 dipilih? Menurut Batan, kedua varietas itu telah ditanam luas dan disukai masyarakat. Sekitar 25 juta hektare atau 50% dari total padi yang ditanam di sawah adalah jenis IR-64. Namun akhir-akhir ini, IR-64 dan IR-74 rentan terhadap serangan penyakit. Akan tetapi daya hasilnya tetap tinggi, umur genjah, daya adaptasi luas, dan rasa enak membuat petani tetap menanam jenis tersebut. Apakah mengkonsumsi padi hasil radiasi tidak berbahaya? Hasil penelitian Batan mengindikasikan bahwa penyinaran radiasi terhadap biji tanaman tidak mengakibatkan biji bersifat radioaktif. Artinya, tidak berbahaya jika dimakan, karena tidak mengandung unsur radioaktif. Bergizi Tinggi Selain varietas padi, Batan juga mengembangkan varietas kedelai dan pakan ternak bergizi tinggi. Berdasarkan catatan Batan, hasil terapan teknologi pakan ternak tambahan bergizi tinggi itu mampu meningkatkan hasil mulai 3%-6% untuk setiap ekor sapi. Peternak sapi unggul di Kabupaten Pati, misalnya meraup peningkatan hasil sekitar 3,1% per minggu untuk setiap ekor sapi. Sementara di Grobogan, peningkatan mencapai 6%. Sementara itu, sejumlah kalangan mengatakan pengembangan teknologi nuklir ibarat memakan buah simalakama. Budayawan Darmanto Jatman, misalnya, mengatakan bahwa teknologi nuklir mampu menjawab sejumlah kebutuhan seperti krisis energi maupun kebutuhan bibit unggul. Namun hal itu diharapkan tidak mengakibatkan masyarakat menjadi pihak yang harus dikorbankan ketika terjadi kecelakaan. Sebab teknologi nuklir, kata dia, mengandung risiko kebocoran yang dapat membahayakan keselamatan manusia. (nik-73) |