logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 SEMARANG
Line

Tak Lulus UAN Ulang

Bisa Ikut Kejar Paket B atau C

SEMARANG-Sebanyak 98% dari 3.082 peserta ujian akhir nasional (UAN) ulang tingkat SMP dan SMA Kota Semarang yang berlangsung baru-baru ini berhasil mencapai batas nilai minimal 4,01. Dari jumlah itu, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sudjoko, ada sekitar 600 peserta UAN ulang yang tidak lulus. ''Angka itu memang sudah diperkirakan. Sebenarnya, kalau anak tersebut tidak 'parah', saya kira lulus,'' katanya di SMP 3, baru-baru ini.

Sudjoko menambahkan, pelaksanaan UAN ulang yang diikuti oleh 1.488 siswa tingkat SLTdan 1.594 siswa tingkat SLTP itu sebenarnya merupakan kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki nilai. Namun, masih ada siswa yang menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. ''Pada awalnya kan tidak ada UAN ulang. Namun, kemudian pemerintah memutuskan ada, itu kan harus dimanfaatkan.''

Menurut dia, peserta yang tidak lulus harus tinggal kelas selama satu tahun lagi untuk mendapatkan surat tanda lulus (STL). ''Tidak seperti dulu, yang tidak lulus UAN ulang, tidak mendapat surat tanda tamat belajar (STTB),'' katanya.

Adapun siswa yang tidak bersedia mengulang di kelas III bisa mengikuti Kejar Paket B untuk tingkat SMP atau Kejar Paket C untuk tingkat SMA kalau mereka ingin mendapat surat tanda lulus (STL). ''Siswa tinggal melampirkan nilai rapor terakhir sebagai syarat tes di Kejar Paket B atau C,'' katanya menjelaskan syarat ikut ujian tersebut.

Surat tanda lulus dari Kejar Paket B atau C, ujar Sudjoko, nilainya sama dengan STL yang dikeluarkan oleh SMP atau SMA. ''Kualitas dan fungsi STL Kejar Paket B atau C sama dan bisa digunakan sebagai syarat masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,'' tambahnya.

Menurut dia, aturan tentang kelulusan siswa sebenarnya sangat mudah dan sama sekali tidak menyulitkan masyarakat. ''Sekarang tinggal kemauan siswa, menginginkan STL atau tidak,'' katanya.

Sudjoko juga mengatakan, STL milik siswa peserta UAN ulang dikeluarkan hampir bersamaan dengan batas terakhir pendaftaran terakhir SMA negeri, sehingga banyak siswa tersebut tidak bisa mendaftar ke SMA negeri. ''Namun, jangan khawatir, kami siap membantu mencarikan sekolah mereka yang tidak mendapat sekolah,'' ujar dia. (wid-73e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA