| Kamis, 22 Juli 2004 | SEMARANG |
Siswa Baru di SMA 5 Melebihi Kapasitas
SEMARANG - Pada penerimaan siswa baru (PSB) 2004/2005 SMAN 5 Semarang menerima calon siswa melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Dari daya tampung 320 sesuai ketentuan Dinas Pendidikan, sekolah tersebut menerima 352 siswa baru. Dengan demikian, ada 32 siswa tambahan yang diterima yang disebar ke delapan kelas yang disediakan. Dengan demikian, setiap kelas dihuni oleh rata-rata 44 siswa, melebihi 40 siswa yang disyaratkan. ''Kami sama sekali tak melanggar aturan. Sebab, hal itu dibenarkan oleh edaran dari Dinas Pendidikan sendiri,'' ujar Drs Purwandi MPd, kepala sekolah. Berdasar Edaran No 422.1/2191/2004 tertanggal 22 Juni 2004 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Siswa Baru, sekolah diperbolehkan menerima siswa tambahan apabila masyarakat sekitar menghendaki. Purwandi menampik isu yang menyatakan, bahwa ada 30 orang tua siswa yang protes karena anaknya tidak diterima di SMA 5. Menurut dia, sampai hari terakhir pendaftaran, formulir yang terambil di SMA 5 berjumlah 1025. Dari jumlah itu, yang dikembalikan hanya 625 formulir. ''Pada awalnya, kami hanya menerima 320 siswa, sesuai daya tampung. Namun karena desakan sebagian orang tua calon siswa, kami mengajukan penambahan ke Dinas Pendidikan sejumlah 32 siswa tambahan. Alhamdulillah, semuanya disetujui,'' kata Purwandi. Melalui surat bernomor 423/407/2004 tertanggal 15 Juli 2004, sekolah mengajukan penambahan siswa ke Dinas Pendidikan. Adapun alasan yang diajukan, yakni masih ada putra dan putri guru SMA 5 yang belum diterima. Selain itu, juga ada desakan dari masyarakat, instansi pemerintah dan swasta, maupun masyarakat umum, agar sekolah tersebut memperbesar daya tampungnya. ''Secara lisan, Dinas Pendidikan menyetujui pada saat itu juga (tertanggal 15 Juli 2004 -Red), namun surat tertulisnya belum sempat kami ambil, lantaran sibuk mengurus Masa Orientasi Siswa (MOS),'' kata Purwandi. Kesalahan Teknis Menanggapi penambahan siswa di SMA 5 Semarang yang bermasalah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs Sudjoko mengatakan para siswa tersebut sudah dilayani secara bagus oleh sekolah dan Dinas Pendidikan. ''Persoalan tersebut, sekarang telah diupayakan penyelesaiannya. Itu cuma kesalahan teknis. Calon siswa tetap bisa masuk sekolah,'' katanya. Dia juga menambahkan, jumlah tersebut tidak sebanyak yang dibicarakan orang. Adanya persoalan tersebut dikarenakan salah paham antara masyarakat dan pihak sekolah. ''Hanya sedikit kok dan sekarang sudah dalam tahap penyelesaian.'' kata dia. (amp,wid-73) |