| Kamis, 22 Juli 2004 | SEMARANG |
Arus Pendek Listrik Penyebab Kebakaran TertinggiBALAI KOTA-Bencana kebakaran di Kota Semarang dalam empat tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Meski begitu, warga tetap diminta selalu waspada terhadap terjadinya kebakaran itu, terutama memasuki musim kemarau sekarang ini. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kebakaran Drs Eddy Ismojo dalam Rapat Kerja Camat dan Lurah se-Kota Semarang, Selasa (20/7) di Gedung M Ichsan lantai VIII. Semua lurah (177) dan 16 camat mengikuti rapat kerja itu. Dia menyebutkan, selama tahun 2001 terjadi 208 kali kebakaran. Penyebab kebakaran itu 44 kejadian di antaranya karena hubungan pendek arus listrik dan 19 karena kompor. Lainnya tidak terdeteksi penyebabnya. ''Sebagian besar kebakaran dalam tahun ini terjadi di Semarang Barat, Semarang Tengah dan Semarang Timur,'' papar dia yang didampingi Kepala Kantor Infokom Drs Masrohan Bahri MM. Memang pada tahun 2002 frekuensi kejadian kebakaran mengalami kenaikan. Selama kurun waktu itu terjadi 271 kebakaran di Kota Semarang. Lima puluh delapan kali karena hubungan pendek arus listrik, 18 kebakaran akibat ledakan kompor dan 7 kasus gara-gara membuang puntung rokok sembarangan. Pada tahun 2003, kejadian kebakaran mengalami penurunan, hanya 196 peristiwa. Faktor hubungan arus pendek listrik masih menjadi penyebab utama. ''58 kali kebakaran karena faktor itu, 15 kali karena kompor meledak dan empat kali akibat puntung rokok dibuang sembarangan,'' ungkapnya. Bagaimana pada 2004 ini? Sampai Juli, baru terjadi 63 kebakaran. Penyebabnya, Dinas Kebakaran masih mengidentifikasi. (G17-64k) |