logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 SEMARANG
Line

Oknum Polisi Lukai 6 Warga

SEMARANG- Sejumlah lelaki tak dikenal yang mengaku polisi mengamuk dan memukuli sejumlah pemuda di Jalan Kagok, Selasa (20/7) malam. Para korban yang tidak terima atas perlakuan tersebut melapor ke Polwiltabes Semarang. Pelacakan sudah dilakukan tetapi hingga kini belum seorang pun pelaku yang tertangkap.

Peristiwa yang terjadi lebih kurang pada pukul 22.00 itu diduga terjadi akibat salah paham. Kejadian bermula ketika salah seorang korban, Dave Rondonuwu (27), warga Jalan Kawi III naik motor hendak melintas ke Jalan Kagok, dekat SMP 25. Saat itulah muncul sebuah mobil Daihatsu Taft dan dua motor, yaitu Honda Mega Pro dan Yamaha Crypton dari arah belakang.

Rombongan itu menyalip motor yang dinaiki Dave. Tiba-tiba salah seorang pembonceng Mega Pro meludahi Dave hingga mengenai mukanya. Diduga, lelaki itu merasa tersinggung saat bertatapan dengan Dave hingga melampiaskan kejengkelannya dengan meludahi.

Dave yang merasa tidak bersalah apa-apa mengejar orang itu. Dia berteriak memanggil hendak menanyakan maksud lelaki itu meludahi dirinya. Ketika tiba di dekat sebuah lapangan kecil yang berjarak sekitar 25 meter, mobil dan kedua motor pelaku berhenti di tengah jalan sehingga Dave pun terpaksa menghentikan kendaraannya.

Percekcokan tak dapat dihindari. Dave bersikeras dirinya tak bersalah sehingga dia meminta pertanggungjawaban, sedangkan para pelaku merasa tersinggung karena diteriaki Dave. Kemudian, dia baru mengetahui orang-orang itu hendak melayat ke rumah seorang warga Jalan Kagok yang meninggal.

Namun kemarahan orang-orang itu agaknya sudah telanjur memuncak. Salah seorang dari mereka menghampiri Dave dan memukulinya. Kejadian itu dilihat adik korban, Andi (24), dan sejumlah pemuda yang sedang nongkrong, antara lain Dimas, Edi, dan Kusdi.

Parji (40), pemilik warung nasi dekat lokasi kejadian, tak luput dari penganiayaan ketika dia mendekat untuk meredamkan penganiayaan. Pada saat mengejar, pistol salah seorang pelaku terjatuh namun tidak sampai meletus. Senjata api itu diambil lagi pemiliknya. (G3-73j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA