logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 SEMARANG
Line

As Kopel Rusak, Truk Muat Semen Terguling

SEMARANG BARAT-Sebuah truk gandeng L-7986-CU yang memuat ratusan sak semen terguling di Jalan Siliwangi, tepat di pertigaan jalan Tol Krapyak, Rabu (21/7) subuh. Ada dua versi menyangkut dugaan penyebab peristiwa itu yakni, karena as kopel patah atau besi pengait bak gandeng terputus.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.15 itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, kernet Suparmin (30), asal Surabaya mengalami luka ringan pada pelipis kiri, karena terbentur kabin.

Ketika hari beranjak pagi, sekitar pukul 06.30 sampai 08.30, arus lalu lintas di lokasi kejadian agak terhambat. Antrean kendaraan memanjang ke barat sekitar 2 km. Banyak pengguna jalan yang melambatkan laju kendaraannya karena ingin melihat posisi truk itu.

Truk baru bisa berdiri normal setelah ditarik sebuah mobil derek, sekitar pukul 10.30. Ratusan sak semen yang tumpah di lokasi kejadian kemudian diangkut dengan truk lain yang sengaja didatangkan awak truk tersebut.

Sekitar pukul 11.00, truk naas itu diamankan di Mapol Satlantas Polwiltabes Semarang. Mengenai surat-surat kendaraan diamankan aparat Satlantas Polres Semarang Barat.

As Kopel

Sopir truk Supriyanto (40), mengaku warga Surabaya mengungkapkan, rencananya dia akan mengirim semen ke Tegal.

Truk gandengnya memuat lebih dari 300 sak semen. Ketika melintasi lokasi kejadian, tiba-tiba as kopel truknya rusak hingga mengakibatkan laju truk tidak seimbang.

Mengetahui kondisi kurang menguntungkan itu, dia berusaha mengerem. Namun kendaraan berat itu malah melaju tak terkendali hingga oleng ke arah kiri dan kemudian menabrak median jalan yang membatasi jalur berlawanan dan tiang lampu penerang jalan.

''Truk saya lalu terguling ke arah kiri,'' kata Supriyanto.

Supriyanto yang saat itu bersama kernetnya berada di dalam kabin, terguncang hingga terbentur benda keras. Kaca depan pecah dan bodi depan rusak. Peristiwa itu lalu ditangani aparat Satlantas Polres Semarang Barat. Beberapa menit kemudian, aparat Unit Laka Satlantas Polwiltabes datang ke lokasi dengan membawa mobil derek.

Keterangan berbeda dikemukakan petugas Satlantas Polwiltabes Semarang. Kasat Lantas AKBP Imam Basuki didampingi Kanit Laka Iptu Tekun Rudiyanto mengemukakan, kecelakaan itu diduga disebabkan besi pengait bak gandeng terputus. Namun dia belum bisa memastikan lebih jauh mengenai kemungkinan truk tersebut kelebihan muatan.

''Sampai siang ini, sopir belum datang ke ruang Unit Laka. Jadi, kami belum bisa memastikan penyebab putusnya besi pengait gandeng tersebut. Atau mungkin juga karena sebab lainya. Sedangkan surat-surat kendaraan masih diamankan anggota dari Polres Barat,'' kata Tekun.(G5-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA