logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 SEMARANG
Line

Peran Guru Dikebiri

KEMUNCULAN surat edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) merupakan langkah mundur bagi dunia pendidikan Indonesia. ''Guru telah mendapat penilaian setengah hati, baik secara profesi maupun kemampuan yang dimiliki,'' kata Drs Untung Budiarso, Ketua Yayasan Peduli Pendidikan Indonesia (Yapendi).

Menurut Untung, surat edaran Menpan itu bertentangan dengan semangat guru yang sedang meningkatkan mutu dan pengabdian dalam ikut menyiapkan peserta didik yang berkualitas. Alasan kekurangan guru diakibatkan banyak guru melimpah ke jabatan lain menunjukkan kajian Kementerian PAN tidak seimbang dengan data sesungguhnya. ''Berapa persen sih, guru yang aktif dalam jabatan struktural, kok tega-teganya peran serta guru dalam pembangunan justru dikebiri,'' katanya.

Menurut Direktur Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran Semarang ini, Menpan telah memberikan penilaian tentang profesi guru setengah hati dan tidak terbuka terhadap karier guru.

''Jumlah guru yang jadi bupati cuma satu. Itu pun tidak diikuti teman-teman guru lain yang ikut lari ke jabatan struktural, mengapa dipermasalahkan?'' ujarnya memprotes.

Dia menambahkan, surat edaran Menpan bertentangan dengan semangat guru yang sedang meningkatkan mutu dan pengabdiannya dalam ikut menyiapkan peserta didik yang berkualitas. ''Surat edaran itu harus ditinjau kembali,'' tegasnya.

Menurut dia, organisasi guru seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan lainnya harus tampil di depan untuk menyikapi hal ini.

''Kalau perlu PGRI bisa turun ke jalan. Ini preseden buruk bagi profesi dan karier guru,'' kata Untung yang juga aktif di Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) ini. (Widodo Prasetyo-64k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA