logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Juli 2004 BUDAYA
Line

GERAI SELEBRITI

Ditelanjangi

SALAH seorang cerpenis perempuan Tanah Air yang sedang naik daun, Djenar Maesa Ayu, tampaknya mahir berakting. Menjadi seorang model body painting pelukis kondang Made Wianta, putri almarhum sutradara Sjumanjaja dan artis Tuti Kirana ini memamerkan aksi "nakalnya".

Dengan gaun malam ketat berwarna hitam, penulis kumpulan cerpen Mereka Bilang Saya Monyet ini turun dari tangga lantai III Galeri Canna Kelapa Gading Jakarta, Senin (19/7) malam.

Sejurus kemudian, dengan mimik menggoda dan sembari mengacungkan jari telunjuknya membujuk Made Wianta untuk memjemputnya ke arah tangga. Kemudian, dengan bimbingan Wianta, Djenar mulai menuruni anak tangga, sebelum pada akhirnya mereka berdansa, berpelukan mesra, dan gaun malam itu mulai ditanggalkannya di hadapan hadirin yang menyesaki arena pameran dan peluncuran buku gambar dan lukisan Citra Alam Niskala Made Wianta.

Bisa ditebak kerumunan hadirin seperti budayawan Romo Mudji Sutrisno, sastrawan dan pelukis Danarto, Sitor Situmorang, dan Tommy F Awuy memekik menyambut aksi Djenar.

Dengan hanya mengenakan kain tipis yang menempel ketat dan sewarna dengan kulit langsatnya, Djenar pun mulai diluluri cat akrilik aneka warna dari kuas Wianta.

Tak puas dengan sapuan kuasnya, pelukis yang tinggal di pulau Bali ini mulai menjelajahi tubuh Djenar dengan cat di tangannya. Selanjutnya bisa ditebak, penulis kumpulan cerpen Jangan Main-main dengan Kelaminmu ini tak ubahnya kanvas hidup: penuh warna abstrak.

''Saya menikmati performance barusan,'' kata Djenar seusai acara resmi peluncuran buku yang dikuratori oleh Hendro Wiyanto itu.

''Namun sayang, Djenar belum total benar memberikan tubuhnya kepada Wianta,'' komentar Danarto ringan. ''Tapi ini menarik, kolaborasi antara seorang pelukis dan cerpenis ternyata menghasilkan sebuah wacana kesenian yang menyenangkan,'' imbuh Romo Mudji Sutrisno.

Tampaknya Djenar diam-diam mampu menyaingi akting ibunya di masa jayanya, ''Ah nggak lah, aku nulis cerpen aja,'' katanya kemayu. (Benny Benke-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA