| Selasa, 20 Juli 2004 | SALA |
"Kios Dibuat Semipermanen"BALAI KOTA - Pemkot Surakarta menjanjikan akan menyelesaikan pembangunan delapan kios Pasar Gading yang terbakar, Sabtu (17/7) lalu, dalam hitungan hari. Pedagang yang terkena musibah juga dijanjikan tidak akan dikenai biaya apa pun untuk menempati kios baru tersebut. "Mulai Minggu (18/7) dimulai pembangunannya. Diperkirakan hanya dalam hitungan hari kios semipermanen itu rampung karena tidak banyak," ujar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Drs Rusmanto MM kepada wartawan, kemarin. Pembangunan itu dilakukan secepatnya agar mereka yang dasarannya ludes kembali bisa berjualan. Pembangunan kedelapan kios itu menggunakan dana APBD, tapi belum dihitung pasti berapa alokasinya. Renovasi tersebut sama sekali tidak memberatkan pedagang. "Mosok, pedagang yang sedang terkena musibah masih dibebani oleh Pemkot, kan kasihan. Mereka tidak akan dibebani biaya apa pun," urainya. Selama renovasi, pedagang yang terkena musibah akan menempati dasaran di sekitar pasar. Pasalnya, masih ada tempat-tempat kosong untuk mereka tempati sambil menunggu pembangunan selesai. Disinggung mengenai merebaknya kebakaran pasar di Solo, Rusmanto menyebut itu semua murni kelalaian manusia. Tidak ada unsur kesengajaan. Karena itu, dia mengimbau agar pedagang tidak menggunakan kompor di los atau kios. Jika terpaksa, sebisa mungkin mereka menggunakan kompor arang. "Terutama pedagang makanan, saya minta menggunakan kompor arang yang relatif lebih aman dibandingkan dengan kompor tabung atau kompor mi," jelasnya. Secara terpisah, Kepala Pasar Gading Eka Budi Santosa mengatakan, ada beberapa tahapan pembinaan pedagang yang masih menggunakan kompor minyak. Yang pertama mereka diberi pengarahan. Setelah itu, peringatan dan jika nekad kompornya terancam disita. (G18-17e) |