logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 PANTURA
Line

Diadukan, Penebangan Hutan Bakau

PEMALANG - Proyek normalisasi Sungai Dumbu dan Sungai Rabin di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang berdampak pada aksi penebangan pohon mangrove yang tumbuh di pinggir pantai.

Aksi itu dilakukan puluhan warga karena mereka merasa yang menanam. Namun ada warga lainnya yang tak setuju karena penebangan tanaman itu dapat merusak kelestarian alam.

Warga yang tak setuju mengadukan hal itu ke Pemkab Pemalang. Wakil Bupati H Mustaqim HU dan beberapa dinas instansi terkait langsung mengadakan pertemuan. Rencananya Selasa ini (20/7) akan dilakukan peninjauan ke lokasi penebangan mangrove dan lokasi proyek normalisasi sungai.

Kepala Dinas Kelautan Ir Urip Nugroho mengatakan, proyek normalisasi sungai adalah proyek Pemprov Jateng. Bukan proyek daerah. Sejauh ini pihaknya belum pernah diajak koordinasi mengenai proyek tersebut. Namun dinilainya proyek itu bagus karena arus sungai akan lancar.

"Proyek itu sendiri bagus. Kalau tidak diterima nanti bisa lari ke daerah lain. Namun kebanyakan penduduk menanam bakau menjorok ke sungai. Sehingga terkena normalisasi," katanya, kemarin.

Kasi Konservasi Kasubdin Kehutanan dan Perkebunan Rony M Frans mengatakan, proyek normalisasi kurang sosialisasi dan pihaknya tidak diajak koordinasi. Kejadian itu sangat ironis. Sebab sementara ini Pemkab Pemalang sedang menggagas obyek wisata bahari dengan menjual keindahan tanaman bakau. Kini malah bakau yang sudah tumbuh ditebangi.

"Tanaman bakau yang ditebangi oleh penduduk itu adalah tanaman yang sudah berumur 25 tahun. Sangat disayangkan apabila ditebangi."

Hambat Abrasi

Dia menambahkan, mestinya apabila ada normalisasi sungai tidak perlu merusak vegetasi tanaman mangrove.

Namun kenyataannya hal itu terjadi berulang kali. Setiap ada normalisasi pasti ada ribuan batang mangrove ditebang. Hal itu terjadi sejak tahun 2001 hingga sekarang. Entah sudah berapa ribu pohon yang sudah ditebang.

Padahal tanaman mangrove berguna untuk menghambat abrasi. Selain itu sebagai tanaman tempat berkembangnya habitat pantai dan sungai seperti udang dan ikan. (sf-14)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA