| Selasa, 20 Juli 2004 | PANTURA |
Petani Dambakan Balai Benih PadiBATANG- Petani Batang mendesak Pemerintah Kabupaten untuk membangun balai benih padi. Sebab, sejak Kantor Balai Benih digusur menjadi Terminal Induk Kota Pekalongan, mereka kesulitan mencari benih unggulan. Akibatnya, petani harus pontang panting ke Pemalang atau Kendal mencari bibit padi. "Inilah repotnya. Sejak Kantor Benih Padi sekarang ini menjadi milik Pekalongan, kami kesulitan mendapatkan bibit padi unggul yang akan kami tanam," tutur Warsiun. Sebagai gambaran, jumlah penduduk Kabupaten Batang berdasarkan registrasi tahun 2003 tercatat 677.492 jiwa, sekitar 232.373 orang menggantungkan hidupnya pada bidang pertanian. Jumlah kelompok tani 786. Bidang pertanian terbukti merupakan sektor yang mampu bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi di Indonesia. Selama ini pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Batang yang didukung sumber daya lahan yang potensial dapat dikembangkan. Lantai Jemur "Alangkah baiknya sekarang ini Bupati memikirkan balai benih padi yang dilengkapi lantai jemur, gudang, dan penggilangan. Dengan demikian, kami bisa mudah melakukan konsultasi sekaligus memonitor benih-benih unggul," ujar Tarjono. Usulan petani itu mendapat tanggapan positif dari Kabag Perekonomian Gigih Sayogo SH. Alasannya, sektor pertanian telah menyumbangkan pemasukan PDRB untuk Batang 26,24%. Kondisi itu perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan. (ar-74k) |