logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 PANTURA
Line

Warga Tahlilan di Pinggir Rel KA

BUMIAYU- Warga Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes sudah empat hari ini mengadakan tahlilan di pinggir rel kereta api (KA) lintas selatan, antara Stasiun Kretek dan Stasiun Winduaji menyusul tewasnya dua pengendara motor di lintasan KA tersebut.

Mereka berharap, dengan acara ritual tersebut pada masa mendatang lintasan KA tak berpalang pintu itu tak memakan korban lagi.

Menurut penuturan seorang warga, tahlilan itu akan diselenggarakan tujuh hari atau hingga Rabu (21/7).

"Warga di sini sedang berduka atas meninggalnya tukang ojek dan seorang penumpang di lintasan KA ini," ujar seorang warga Dukuh Blandongan, Desa Winduaji.

Kecelakaan maut yang menimpa tukang ojek terjadi pada Jumat (16/7) lebih kurang pukul 10.00 di pintu lintasan Dukuh Blandongan. Yanto (24), tukang ojek, pagi itu memboncengkan sekaligus dua penumpang laki-laki, yaitu Watrib (30) dan Amir (27), semua warga Dukuh Blandongan.

Mesin Mati

Ketika motor Honda Super Cup 800 G-4778-BE yang dikendarai Yanto hendak melintasi rel tiba-tiba mesin motor mati.

Pada saat Yanto sedang berusaha menghidupkan kembali motornya, dari selatan muncul KA Sawunggaling jurusan Kutoarjo-Jakarta.

Akibatnya kecelakaan tak bisa dihindari, KA dengan loko seri CC-123 itu mengantam bagian samping motor hingga terpental beberapa meter. Amir yang mengetahui ada KA cepat akan lewat buru-buru meloncat sehingga selamat.

Sementara itu, Yanto dan Watrib tewas seketika di tempat kejadian dengan luka serius di kepala dan kaki. (wh-74j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA